Dark/Light Mode

Lewat Jejak Jajanan Nusantara, Kemenko PM Dorong UMKM Naik Kelas

Rabu, 4 Maret 2026 12:19 WIB
Program Jajanan Nusantata. (Foto: Dok Kemenko PM)
Program Jajanan Nusantata. (Foto: Dok Kemenko PM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tangguh dan berdaya saing melalui Festival Jejak Jajanan Nusantara.

Kegiatan ini akan diselenggarakan di Parkir Selatan Barat, kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 6-8 Maret 2026.

Festival ini dirancang tidak sekadar sebagai ajang promosi kuliner, tetapi sebagai model pemberdayaan ekonomi berbasis kolaborasi dan peningkatan kapasitas pelaku usaha.

Deputi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison menyebut, bahwa penguatan akses pasar menjadi fokus utama dalam strategi pemberdayaan UMKM.

“Fokus utama Kemenko PM adalah memperkuat ekosistem UMKM dengan membuka akses pasar yang lebih luas melalui kurasi produk berkualitas dan berdaya saing tinggi,” ujar Leontinus melalui keterangan tertulisnya, Selasa (3/3/2026).

Baca juga : PLN, GoPay, dan MOKA Perkuat UMKM Naik Kelas saat Ramadan

Dalam festival Jejak Jajanan Nusantara kali ini, lebih dari 40 tenant UMKM terkurasi akan berpartisipasi, menghadirkan beragam jajanan khas Nusantara yang mencerminkan kekayaan kuliner sekaligus kreativitas pelaku usaha lokal.

Festival Jejak Jajanan Nusantara menjadi kesempatan bagi UMKM yang belum pernah terlibat dalam bazaar atau festival untuk memperkenalkan produknya secara langsung kepada masyarakat.

“Upaya ini juga menjadi kesempatan bagi UMKM yang belum pernah terlibat dalam kegiatan seperti bazaar atau festival untuk memasarkan dan memperkenalkan produknya secara langsung kepada masyarakat,” ujarnya. 

Sebagai bagian dari upaya komprehensif, Kemenko PM menghadirkan Klinik UMKM dan Klinik HKI (Hak Kekayaan Intelektual) dalam rangkaian kegiatan Jejak Jajanan Nusantara.

Klinik UMKM merupakan pusat layanan pendampingan, konsultasi, dan fasilitasi gratis untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Baca juga : Kolaborasi Tugu Insurance–Rumah BUMN Bantu UMKM Naik Kelas

Klinik ini menjadi instrumen penting untuk memastikan UMKM memiliki fondasi usaha yang legal, profesional, dan berkelanjutan.

Selain itu, Klinik HKI memberikan layanan konsultasi dan fasilitasi pendaftaran kekayaan intelektual, seperti merek, paten, hak cipta, dan desain industri.

Perlindungan terhadap karya dan inovasi pelaku UMKM dinilai penting guna mencegah pembajakan serta meningkatkan nilai tambah dan kepercayaan pasar terhadap produk lokal.

Leontinus menegaskan, bahwa keberhasilan pemberdayaan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas.

“Kami percaya bahwa dengan sinergi yang solid, Jejak Jajanan Nusantara dapat menjadi model pemberdayaan yang tidak hanya menggerakkan roda ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkokoh identitas dan kebanggaan terhadap produk bangsa,” ujar Leontinus. 

Baca juga : Seminar Coretax BINTANG RUCIKA 2026, Dorong UMKM Bahan Bangunan Naik Kelas

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, pada Minggu (8/3/2026) akan dilaksanakan NgabubuRun sejauh 5 kilometer bersama Menko PM A. Muhaimin Iskandar yang melibatkan komunitas lari dan masyarakat luas.

Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun semangat kebersamaan, gaya hidup sehat, sekaligus mendukung geliat UMKM lokal.

Partisipasi aktif masyarakat dalam NgabubuRun diharapkan semakin memperkuat atmosfer inklusif festival serta meningkatkan kunjungan ke tenant-tenant UMKM yang berpartisipasi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.