Dark/Light Mode

Sinergi BSI dan OJK Inisiasi 5 Ribu Duta Literasi Keuangan Syariah

Jumat, 6 Maret 2026 16:19 WIB
Duta Literasi Keuangan Syariah yang diinisiasi BSI dan OJK. (Foto: Dok. BSI)
Duta Literasi Keuangan Syariah yang diinisiasi BSI dan OJK. (Foto: Dok. BSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menginisiasi 5 ribu Duta Literasi Keuangan Syariah, sebagai upaya mempercepat peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Program ini menempatkan generasi muda sebagai motor penggerak edukasi finansial berbasis komunitas, di tengah masih lebarnya kesenjangan literasi dan inklusi keuangan syariah nasional.

Direktur Risk Management BSI Grandhis Helmi Harumansyah mengatakan, inisiatif ini juga menjadi wujud sinergi antara regulator dan industri dalam memperluas pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah.

“Selain itu, hal ini sekaligus mendorong pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah secara lebih luas,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (6/3/2026).

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi keuangan nasional telah mencapai 66,46 persen dengan inklusi 80,51 persen.

Baca juga : Airlangga Bicara Manfaat MBG: Investasi 1 Dolar, Hasilnya 7 Dolar

Namun, di sektor syariah, tingkat literasi baru mencapai 43,42 persen dengan tingkat inklusi 13,41 persen.

Data tersebut menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperkuat ekosistem keuangan syariah nasional. Khususnya melalui peningkatan literasi dan akses layanan keuangan syariah kepada masyarakat.

Untuk itu, tutur Grandhis, kolaborasi antara OJK dan BSI dalam program ini merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pendekatan literasi yang lebih partisipatif dan dekat dengan generasi muda.

“Generasi muda memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam memperluas literasi keuangan syariah,” ucapnya.

Melalui program Duta Literasi Keuangan Syariah, tegas Grandhis, BSI ingin mendorong lahirnya anak-anak muda yang tidak hanya memahami konsep keuangan syariah. Tetapi juga, mampu mengedukasi serta menggerakkan lingkungan sekitarnya.

Baca juga : DPR Minta Pemerintah Evakuasi 58 Ribu Jamaah Umrah Yang Tertahan Di Timur Tengah

“Penguatan literasi keuangan syariah menjadi fondasi penting dalam membangun perilaku finansial yang sehat, bertanggung jawab, dan berorientasi jangka panjang, terutama di tengah momentum bonus demografi Indonesia,” ujarnya.

Melalui program ini, para Duta Literasi Keuangan Syariah, akan berperan sebagai agen edukasi di lingkungan kampus, komunitas, serta ruang digital, untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap prinsip dan praktik keuangan syariah, mendorong perubahan perilaku finansial.

Grandhis menekankan, literasi harus mampu mendorong transisi dari kesadaran yang melahirkan aksi. Artinya, masyarakat tidak hanya memahami konsep keuangan syariah. “Tetapi juga mulai memanfaatkan produk dan layanan keuangan syariah dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Sebagai contoh, BSI memperoleh mandat sebagai Bank Emas pertama oleh Presiden Prabowo Subianto.

Mandat ini menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi sekitar 1.800 ton emas yang beredar di masyarakat, agar dapat dimonetisasi secara produktif. Sekaligus membuka akses kepemilikan emas yang lebih luas dan terjangkau bagi masyarakat.

Baca juga : Bersama Haddad Alwi, BCA Syariah Perluas Inklusivitas Perbankan Syariah

“Para Duta Literasi diharapkan mampu menyuarakan sekaligus menggerakkan ini secara lebih masif, sehingga kebermanfaatannya akan lebih terasa,” ucap Grandhis. 

Ke depan, program 5 ribu Duta Literasi Keuangan Syariah akan berjalan sepanjang tahun sebagai gerakan edukasi kolektif yang melibatkan mahasiswa, komunitas, serta ekosistem digital untuk mempercepat peningkatan indeks literasi serta inklusi keuangan syariah nasional.

BSI optimistis, melalui kolaborasi multipihak antara regulator, industri, dan generasi muda, literasi dan inklusi keuangan syariah dapat terus meningkat.

“Diharapkan kolaborasi ini mampu memperkuat peran keuangan syariah, sebagai fondasi pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Grandhis.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.