Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Selasa (10/3) dibuka menguat di tengah sentimen kenaikan harga minyak global.
Rupiah tercatat menguat 0,33 persen ke posisi Rp 16.894 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp 16.949 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS terpantau bervariasi. Ringgit Malaysia menguat 0,66 persen, yuan China naik 0,33 persen, dolar Taiwan menguat 0,3 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,28 persen.
Baca juga : Rupiah Makin Merana, Tembus Rp 17.019 Per Dolar AS
Sementara itu, yen Jepang menguat tipis 0,02 persen dan dolar Singapura naik 0,02 persen. Sebaliknya, baht Thailand melemah 0,08 persen dan dolar Hong Kong turun 0,01 persen.
Di sisi lain, indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia tercatat melemah 0,39 persen ke level 98,78.
Adapun terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, rupiah tercatat melemah 0,32 persen terhadap poundsterling Inggris ke level Rp 22.671 per poundsterling. Namun rupiah menguat 0,23 persen terhadap euro menjadi Rp 19.374, serta melemah 0,32 persen terhadap dolar Australia ke posisi Rp 11.935.
Baca juga : Rupiah Perkasa Ke Level Rp 16.882 Per Dolar AS
Analis mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi oleh sentimen global, terutama meningkatnya harga minyak dunia akibat perkembangan konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
“Harga minyak melonjak hingga 30 persen, jauh melampaui 100 dolar AS per barel dan mendekati level tertinggi yang terlihat selama awal perang Rusia-Ukraina pada 2022,” ujarnya dalam riset harian, Selasa.
Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga mencermati sejumlah data ekonomi global. Di kawasan Asia, inflasi indeks harga konsumen China tercatat tumbuh 1,3 persen secara tahunan pada Februari 2026.
Baca juga : Rupiah Menguat Tipis Ke Rp 16.860
Dari dalam negeri, pasar juga menyoroti kondisi fiskal pemerintah di tengah lonjakan harga minyak dunia. Harga minyak global bahkan sempat menyentuh 92 dolar AS per barel, yang merupakan level tertinggi sejak 2020.
“Angka ini jauh melampaui asumsi makro APBN 2026 yang hanya mematok harga minyak di kisaran 70 dolar AS per barel,” kata Ibrahim.
Ia memperkirakan nilai tukar rupiah berpotensi ditutup melemah pada akhir perdagangan hari ini dan bergerak pada kisaran Rp 16.950 hingga Rp 17.000 per dolar AS.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya