Dark/Light Mode

Berhasil Jaga Stabilitas Energi Dalam Negeri

Kalangan Golkar Sebut Bahlil Peredam Gejolak

Kamis, 16 April 2026 06:40 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Foto: Tedy Kroen/rm.id)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Foto: Tedy Kroen/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah dinilai berhasil menjaga stabilitas energi. Karenanya, kalangan masyarakat menyematkan julukan untuk Menteri ESDM Bahlil Lahadia. Ada yang menyebutnya sebagai tokoh shock absorber (peredam gejolak). Ada juga yang menyebut Bahlil sebagai Pangeran Hormuz.

Ketika banyak negara menghadapi tekanan kenaikan harga energi akibat dinamika geopolitik, Indonesia justru mampu menahan harga BBM tetap stabil per 1 April 2026. Harga Pertalite dipertahankan di Rp 10.000 per liter, tanpa penyesuaian signifikan pada jenis BBM lainnya. 

Julukan “Pangeran Hormuz” merujuk pada Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia yang kerap menjadi pusat ketegangan. Lebih dari 20 persen pasokan minyak global melewati kawasan ini, sebagaimana disorot oleh International Energy Agency dan U.S. Energy Information Administration. 

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menegaskan, gelar tersebut bukan sekadar euforia, melainkan bentuk legitimasi atas kinerja nyata Pemerintah. Dia mengatakan, julukan ‘Pangeran Hormuz’ sebagai ekspresi kolektif publik. 

Baca juga : Ancol Akan Reklamasi & Bangun Beach Club

"Bukan sekadar label, tetapi pengakuan atas kapasitas, keberanian, dan ketegasan Menteri ESDM dalam mengelola tekanan global yang sangat kompleks,” ujar Idrus dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/4/2026). 

Di tengah ketidakpastian global, kata Idrus, terutama potensi gangguan distribusi minyak dunia, Pemerintah Indonesia justru mampu menjaga stabilitas di dalam negeri. Menurutnya, Bahlil menunjukkan kepemimpinan yang tidak hanya teknokratis, tetapi juga strategis. 

“Ketika dunia menghadapi tekanan konflik geopolitik dan fluktuasi harga minyak, Indonesia tetap tenang. Ini bukan kebetulan, tetapi hasil kepemimpinan yang kuat dan kebijakan yang terukur,” katanya. 

Idrus bahkan menyebut Bahlil berperan sebagai shock absorber atau peredam gejolak global di sektor energi nasional. “Beliau menjadi penyangga utama saat tekanan global meningkat. Ini bukti negara hadir dan tidak membiarkan rakyat menanggung beban sendirian,” tegasnya. 

Baca juga : Transformasi Industri 4.0 Dan Digital Makin Dikebut

Lebih lanjut, Idrus menilai, Bahlil sebagai salah satu putra terbaik bangsa yang mampu menjalankan mandat Presiden Prabowo Subianto dengan baik, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan stabilitas sosial. 

“Bahlil tidak hanya bekerja sebagai menteri, tetapi bagian dari orkestrasi besar pemerintahan Presiden Prabowo dalam memastikan energi tetap terjangkau dan stabil,” ujarnya. 

Idrus juga menyoroti keputusan Pemerintah menahan harga BBM di tengah tren kenaikan harga minyak dunia sebagai langkah berani yang berpihak kepada rakyat. Dia mengatakan, semestinya, kalau mengikuti mekanisme pasar sepenuhnya, harga BBM pasti naik. 

"Tapi, Pemerintah memilih melindungi daya beli masyarakat. Ini keberpihakan yang nyata,” ujarnya. 

Baca juga : Harga Plastik Naik, Biaya Hidup Ikut Lepas Landas

Mantan Sekretaris Jenderal Golkar itu mengatakan, sejumlah laporan media internasional mencatat harga minyak global sempat melonjak akibat ketegangan di Timur Tengah. Kondisi ini mendorong banyak negara menyesuaikan harga energi domestik. Namun, Indonesia memilih jalur berbeda. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.