Dark/Light Mode

Akselerasi EBT, Perkuat Sinyal Pasar

Pemerintah Jadi Early Adopter EV Domestik

Jumat, 24 April 2026 06:30 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/4). Foto: Dok. kemenperin
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/4). Foto: Dok. kemenperin

 Sebelumnya 
“Pemerintah juga terus memperkuat regulasi guna memberikan kepastian usaha bagi pelaku industri, sekaligus mendorong adopsi kendaraan listrik di masyarakat," tuturnya.

Kolaborasi antara Pemerintah dan sektor swasta menjadi faktor kunci dalam mempercepat pengembangan industri ini. Sejumlah produsen global dan nasional telah menunjukkan komitmennya. Di antaranya Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, SGMW Motors Indonesia, serta Industri Baterai Indonesia.

Kehadiran para pelaku industri tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi kendaraan listrik di kawasan.

Baca juga : Sebulan Lagi, DPRD DKI Bakal Punya Ketua Baru

Pemerintah juga tengah mempersiapkan pembentukan perusahaan untuk memproduksi mobil listrik nasional guna memperluas pasar dan mendorong target produksi massal pada 2028.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin Setia Diarta menyatakan, perubahan skema pajak kendaraan listrik tidak mengganggu penjualan maupun produksi nasional.

Regulasi yang dimaksud adalah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026 yang mengatur besaran pajak kendaraan, termasuk kendaraan listrik berbasis baterai.

Baca juga : City Gusur Arsenal...

Menurut dia, tren adopsi kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan perkembangan positif dan mulai memasuki fase pertumbuhan dengan pangsa pasar hingga 15 persen.

Namun, perubahan kebijakan pajak daerah seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) berpotensi meningkatkan biaya operasional kendaraan listrik.

“Dampaknya adalah total biaya kepemilikan pastinya akan naik. Total kepemilikan biaya ini akan naik, ya ini yang tadinya sudah tidak ada PKB atau BBNKB setiap tahun, ini akan ada dan menambah operasional ke depannya," ungkapnya.

Baca juga : Kolaborasi Di Layar Lebar, RI-Australia Makin Mesra

Kemenperin berharap, penyesuaian kebijakan tersebut tidak mengganggu minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik. Stabilitas permintaan dinilai krusial, agar tidak berdampak pada kinerja industri, termasuk produksi dalam negeri. DIR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Jumat, 24 April 2026 dengan judul "Akselerasi EBT, Perkuat Sinyal Pasar Pemerintah Jadi Early Adopter EV Domestik"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.