Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Keren, Adam Alis Bisa Bersaing Bareng Cristiano Ronaldo
- Eriksen Kembali Kolaps, Laga Denmark Vs Ukraina Dihentikan
- Gempa M7,7 Guncang Mindanao Filipina, Tsunami Kecil Terdeteksi di Sulut & Malut
- Dramatis! Garuda Muda Lolos ke Semifinal ASEAN U-19 2026
- Peduli Sejak Dini, Siswa JIS Buat Proyek Air Bersih Water Guardian untuk Warga
Sebelumnya
“Kalau kita lihat, pelemahan ini banyak alasannya. Salah satunya tentu karena foreign exchange yang berkaitan dengan dolar,” ujarnya.
Anindya pun mengusulkan, agar pengusaha terus meningkatkan upaya ekspor secara intensif, baik di sektor migas dan nonmigas.
“Selama ini kan sangat besar ekspor-ekspor yang ada, baik yang migas dan non migas,” kata Anindya di Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Untuk sektor nonmigas, Anindya menyoroti pentingnya memberikan dukungan penuh pada industri garmen, tekstil, furnitur, alas kaki, hingga elektronik. Menurutnya, segala lini yang berpotensi menghasilkan devisa harus dibantu, meskipun permintaan global saat ini terpantau sedang landai.
Baca juga : Jemaah Haji Diingatkan Selalu Bawa Kartu Nusuk
Sementara itu, pemerintah menilai pelemahan rupiah tidak mencerminkan fundamental ekonomi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut, kondisi ekonomi Indonesia masih relatif kuat dibandingkan negara lain di kawasan.
Menurut Purbaya, pergerakan rupiah lebih banyak dipengaruhi faktor global dan ekspektasi pasar, termasuk sentimen negatif yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir.
“Bagi saya, ini bukan tanda pemburukan ekonomi domestik. Dibandingkan negara lain, kita masih kuat,” ujar Purbaya dalam media briefing, Jumat (24/4/2026).
Baca juga : Satriwan Salim: Ada Ketidakadilan Pada Tata Kelola Guru
Pemerintah saat ini fokus memperbaiki berbagai kendala di sektor ekonomi, termasuk menutup potensi kebocoran dalam sistem perpajakan serta memastikan kebijakan berjalan lebih efektif.
Sejumlah isu yang sebelumnya menimbulkan polemik, seperti kebijakan pajak tertentu, juga telah dirapikan agar tidak menimbulkan ketidakpastian di pasar.
Purbaya juga menyoroti pentingnya pengelolaan ekspektasi publik dan pelaku pasar. Menurutnya, sentimen negatif justru dapat memperburuk persepsi terhadap rupiah meskipun kondisi fundamental tidak berubah.
“Yang jelas, fondasi ekonomi kita tidak berubah, bahkan akan semakin kuat,” ujarnya.
Baca juga : Lalu Hadrian Irfani: Usulan Ini Memiliki Landasan Yang Kuat
Purbaya menegaskan pemerintah tidak melakukan intervensi untuk sengaja melemahkan rupiah demi kepentingan daya saing perdagangan. Nilai tukar, kata dia, tetap bergerak sesuai fundamental ekonomi, meski dalam jangka pendek dipengaruhi sentimen dan ekspektasi pasar. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya