Dark/Light Mode

Padat Karya, Penyelamat Ekonomi Rakyat Kecil

Rabu, 13 Mei 2026 16:36 WIB
Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kepri Suryadi. (Foto: Disnaker Kepri)
Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kepri Suryadi. (Foto: Disnaker Kepri)

Kadang kala kita terlalu fokus mencari solusi besar dalam menyelesaikan persoalan pengangguran. Padahal di lapangan, pekerjaan sederhana justru sering menjadi penyelamat ekonomi masyarakat kecil.

Itulah yang saya rasakan ketika melihat kembali Program Bantuan Padat Karya Reguler Tahun 2026 yang dibuka Kementerian Ketenagakerjaan. Program ini mungkin terlihat biasa saja bagi sebagian orang. Hanya pembangunan jalan lingkungan, saluran air, paving block, atau irigasi kecil. Namun di balik pekerjaan sederhana itu, ada banyak keluarga yang bisa kembali memiliki penghasilan.

Baca juga : Gandeng Kementerian & Lembaga, Kemenkop Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Sebagai bagian dari Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Provinsi Kepulauan Riau, saya melihat program seperti ini masih sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Tidak semua orang membutuhkan pekerjaan di kantor besar atau industri besar. Ada masyarakat yang hanya membutuhkan kesempatan bekerja agar dapur tetap mengepul dan kebutuhan keluarga tetap terpenuhi.

Yang menarik dari program padat karya adalah efek ekonominya yang langsung terasa. Ketika proyek dimulai, masyarakat sekitar ikut bekerja. Warung menjadi ramai, toko material mendapatkan pembeli, dan lingkungan ikut dibangun bersama-sama. Ada aktivitas ekonomi yang bergerak dari bawah.

Baca juga : Darurat Keselamatan Transportasi Jalan

Program seperti ini juga memiliki nilai sosial yang kuat. Masyarakat tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi ikut terlibat langsung. Ada rasa gotong royong yang mulai hidup kembali. Lingkungan menjadi lebih baik, masyarakat memperoleh penghasilan, dan pembangunan terasa lebih dekat dengan rakyat.

Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, menurut saya program padat karya bukan sekadar bantuan sementara. Program ini adalah bentuk nyata bahwa pemerintah hadir langsung di tengah masyarakat. Walaupun sederhana, dampaknya bisa sangat berarti bagi masyarakat kecil.

Baca juga : Danantara, Mesin Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Karena itu, saya berharap masyarakat dapat memanfaatkan Program Padat Karya Reguler 2026 dengan baik. Program ini dibuka secara gratis tanpa pungutan biaya. Jangan mudah percaya terhadap pihak-pihak yang meminta uang atau mengatasnamakan program pemerintah.

Kadang harapan memang lahir dari hal-hal sederhana. Dari pekerjaan kecil, dari pembangunan lingkungan, dan dari kesempatan bekerja yang mungkin terlihat biasa, tetapi sangat berarti bagi kehidupan banyak orang.

Suryadi.kangboi
Suryadi.kangboi
Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Provinsi Kepri

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.