Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Synology Pamerkan Inovasi Infrastruktur Data Dan AI Di COMPUTEX 2026
Selasa, 9 Juni 2026 20:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Synology memamerkan berbagai inovasi terbaru di bidang infrastruktur data, kecerdasan buatan (AI), perlindungan data, video surveillance, produktivitas, hingga private cloud dalam ajang COMPUTEX 2026 yang berlangsung di Taipei, Taiwan, pada 2–5 Juni 2026.
Chairman dan CEO Synology Philip Wong mengatakan data kini menjadi aset utama dalam berbagai aktivitas digital. Karena itu, keamanan, keandalan, dan kendali terhadap data menjadi kebutuhan yang semakin penting bagi individu maupun organisasi.
“Data kini menjadi inti dari berbagai kebutuhan digital. Karena itu, seluruh produk Synology dikembangkan untuk memberikan kontrol penuh kepada pengguna atas data mereka, baik untuk kebutuhan enterprise maupun personal cloud, dengan fondasi keamanan dan privasi yang kuat,” ujar Wong.
Salah satu inovasi yang menjadi sorotan dalam pameran tersebut adalah generasi terbaru DiskStation Manager (DSM). Platform ini dirancang untuk mendukung kebutuhan enterprise sekaligus meningkatkan kesiapan penggunaan teknologi AI.
DSM terbaru kini mendukung penggunaan GPU pada perangkat Network Attached Storage (NAS). Kemampuan tersebut memungkinkan proses AI inference dilakukan secara on-premise tanpa perlu memindahkan data ke lingkungan eksternal.
Baca juga : Synology Perkuat Infrastruktur Data Enterprise Untuk Era AI Dan Ancaman Siber
Selain itu, Synology juga memperkenalkan DSM Agent untuk mengotomatisasi alur kerja di berbagai sistem dan Cluster Manager yang memungkinkan pengelolaan beberapa perangkat melalui satu antarmuka terpusat.
Pada sektor perlindungan data, Synology menghadirkan ActiveProtect Manager 2.0 dan perangkat DP5200. Platform tersebut kini mendukung berbagai layanan cloud dan virtualisasi seperti AWS EC2, Azure VM, Proxmox, Nutanix AHV, serta Google Workspace.
ActiveProtect Manager 2.0 juga dilengkapi kemampuan restorasi lintas platform dan deteksi anomali maupun malware berbasis AI guna meningkatkan ketahanan data terhadap ancaman siber.
Di bidang video surveillance, Synology meluncurkan sejumlah solusi baru, termasuk AC100 door controller, AR Series readers, kamera dome seri DC, serta perangkat Deep Video Analytics (DVA) generasi terbaru.
Teknologi tersebut menawarkan fitur pencarian pintar berbasis AI dan pelacakan objek secara otomatis. Untuk kebutuhan pengawasan lintas lokasi, perusahaan juga memperkenalkan Surveillance365 yang mengintegrasikan layanan Video Surveillance as a Service (VSaaS) dengan Surveillance Station on-premise.
Baca juga : DPR Minta Deviasi Progres Dan Anggaran Infrastruktur Ditekan
Synology turut memperkuat lini produktivitas melalui kehadiran ChatPlus dan Meet. Kedua platform tersebut dirancang untuk mendukung komunikasi enterprise dengan fitur transkripsi dan penerjemahan berbasis AI tanpa mengurangi kontrol organisasi terhadap data.
Sementara itu, untuk pengguna individu dan rumah, Synology memperluas ekosistem Bee melalui BeeStation dan BeeStation Plus. Produk tersebut kini mendukung integrasi dengan BeeCamera serta fitur Deep Search berbasis AI yang dapat dijalankan secara lokal di perangkat pengguna.
Indonesia Country Manager Synology Clara Hsu menilai inovasi yang diperkenalkan di COMPUTEX 2026 sangat relevan dengan kebutuhan pasar Indonesia yang tengah menghadapi pertumbuhan data yang pesat serta meningkatnya ancaman keamanan siber.
“Berbagai inovasi yang kami hadirkan sangat relevan dengan kebutuhan bisnis di Indonesia yang menghadapi pertumbuhan data yang cepat, meningkatnya ancaman ransomware, serta kebutuhan sistem pengawasan yang lebih cerdas,” kata Clara.
Menurutnya, Synology berencana membawa sejumlah solusi unggulan ke Indonesia, termasuk PAS7700 untuk kebutuhan penyimpanan data berskala besar, DP7400 untuk perlindungan data modern, serta DVA7400 untuk solusi video surveillance berbasis AI.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Hadirkan Beragam Inovasi Engineering di PINDEX 2026
Clara mengatakan modernisasi infrastruktur digital tidak hanya soal mengadopsi teknologi terbaru, tetapi juga memilih solusi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
“Modernisasi infrastruktur digital bukan hanya tentang teknologi terbaru, tetapi bagaimana organisasi memilih solusi yang sesuai dengan kebutuhan operasional, anggaran, kapasitas tim IT, dan rencana pertumbuhan bisnis jangka panjang,” ujarnya.
Melalui pengembangan ekosistem yang mencakup penyimpanan data, perlindungan data, surveillance, dan produktivitas, Synology berharap dapat membantu perusahaan di Indonesia membangun fondasi digital yang lebih kuat, efisien, dan siap menghadapi kebutuhan bisnis di masa depan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya