Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Prioritaskan 82 Persen Anggaran Untuk Masyarakat
Bahlil Gaspol Program Jargas Dan Listrik Desa
Kamis, 18 Juni 2026 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalokasikan sekitar 82 persen dari pagu indikatif Tahun Anggaran 2027 atau Rp 22,48 triliun untuk program yang langsung menyentuh masyarakat. Dana tersebut difokuskan untuk memperluas akses energi melalui jaringan gas kota (jargas), listrik desa (lisdes), Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), hingga pembangunan infrastruktur gas nasional.
Seperti diketahui, total pagu indikatif yang telah mendapat persetujuan Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebesar Rp 27,34 triliun.
“Jadi, hanya 13 persen dari pagu anggaran Kementerian ESDM yang dipergunakan untuk operasional ESDM,” ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam keterangan resmi Kementerian ESDM, Selasa (16/6/2026).
Baca juga : Ketua DPRD Ajak Warga Dukung Sensus Ekonomi
Sejumlah program prioritas yang mendapat dukungan pendanaan, antara lain converter kit untuk petani sebesar Rp 158,5 miliar, pembangunan Pipa Gas Dumai-Sei Mangkei (Dusem) senilai Rp 3,95 triliun, serta program jargas sebesar Rp 5,21 triliun yang ditujukan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Pemerintah juga memperkuat pemerataan akses listrik melalui pembangunan infrastruktur listrik desa dengan alokasi Rp 9,75 triliun. Adapun program BPBL bagi keluarga kurang mampu memperoleh anggaran Rp 520 miliar.
Selain itu, Kementerian ESDM melanjutkan pembangunan proyek strategis pipa transmisi gas Semarang-Solo dengan alokasi Rp 702,38 miliar dan pipa transmisi gas Cirebon-Bandung sebesar Rp 577,56 miliar.
Baca juga : Kanada Vs Qatar, Tuan Rumah Pantang Terbebani
“Kedua proyek multiyears tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas jaringan gas nasional dan memperkuat keandalan pasokan energi antarwilayah,” harapnya.
Di sektor Energi Baru Terbarukan (EBT), Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 635,2 miliar untuk program motor listrik, Rp 815,6 miliar untuk program kompor listrik, dan Rp 58,58 miliar untuk pembangunan infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).
Menurut Bahlil, pengembangan kompor listrik menjadi salah satu langkah Pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG, sekaligus memperluas pemanfaatan sumber energi domestik yang lebih efisien.
Baca juga : Borong 3 Gol, Messi Jinakkan Rubah Gurun
“Kami mencari sumber energi lain. Ke depan tidak hanya LPG saja, termasuk pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG),” ucapnya.
Melalui alokasi anggaran tersebut, Pemerintah berharap dapat memperkuat ketahanan energi nasional, mempercepat pemerataan pembangunan, dan meningkatkan akses energi yang lebih inklusif hingga ke wilayah terpencil. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Kamis, 18 Juni 2026 dengan judul "Prioritaskan 82 Persen Anggaran Untuk Masyarakat Bahlil Gaspol Program Jargas Dan Listrik Desa"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya