Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
HKI: Percepatan Perizinan KEK Jadi Kunci Atasi Perlambatan Manufaktur
Senin, 6 Juli 2026 09:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menilai percepatan proses perizinan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadi langkah strategis untuk menjaga daya saing Indonesia di tengah perlambatan sektor manufaktur dan meningkatnya persaingan global dalam menarik investasi.
Ketua Umum HKI Akhmad Maruf Maulana mengatakan, percepatan perizinan KEK diperlukan agar investasi baru dapat segera terealisasi dan mendorong lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.
“Saat aktivitas manufaktur sedang melambat, justru kita perlu mempercepat lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Salah satu instrumen yang paling efektif adalah mempercepat proses perizinan KEK sehingga investasi dapat segera terealisasi dan menciptakan aktivitas ekonomi baru,” ujar Akhmad dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (6/7/2026).
Baca juga : Apkasi Dorong Penguatan Peran Perempuan Atasi Stunting dan Majukan UMKM
Data S&P Global menunjukkan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Juni 2026 berada di level 46,9, turun dari 50,0 pada Mei. Angka di bawah 50 mengindikasikan sektor manufaktur sedang mengalami kontraksi.
Menurut dia, kondisi tersebut perlu direspons melalui kebijakan yang mampu mempercepat masuknya investasi dan memperluas aktivitas industri.
HKI mencatat saat ini terdapat sejumlah usulan pengembangan dan perluasan KEK yang masih dalam proses di pemerintah. Beberapa di antaranya yakni KEK Wiraraja Madura, KEK Digital Bekasi, KEK Industri Halal Sidoarjo, KEK Batuta Chemical Industrial Park (BCIP) di Kalimantan Timur, KEK Patimban di Kabupaten Subang, KEK Subang, KEK Mangkupadi di Kalimantan Utara, serta perluasan KEK Nongsa di Batam.
Baca juga : Igor Tolic Bekali Pemain Persib Dengan Program Latihan Mandiri
Akhmad mengatakan banyaknya usulan pengembangan KEK menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia masih kuat. Karena itu, momentum tersebut perlu dijaga melalui proses evaluasi dan perizinan yang cepat, transparan, serta memberikan kepastian hukum.
“Kami berharap pemerintah dapat mempercepat seluruh proses evaluasi dan perizinan KEK tanpa mengurangi kualitas kajian. Kepastian waktu menjadi salah satu faktor utama dalam keputusan investasi. Semakin cepat investasi berjalan, semakin cepat pula lapangan kerja tercipta, kapasitas produksi bertambah, dan roda perekonomian bergerak,” katanya.
HKI meyakini percepatan pembangunan KEK akan memberikan dampak berganda bagi perekonomian nasional, mulai dari peningkatan investasi, penguatan hilirisasi industri, pertumbuhan ekspor, penciptaan lapangan kerja, hingga pemerataan pembangunan di berbagai daerah.
Baca juga : Ketika Pembaruan Pemikiran Agama Mandek
“Pelaku usaha telah menunjukkan optimisme dengan terus mengembangkan kawasan industri dan mengajukan KEK baru. Kini saatnya pemerintah mempercepat perizinan agar optimisme tersebut segera berubah menjadi investasi riil. Di tengah perlambatan manufaktur, percepatan investasi merupakan salah satu jawaban paling konkret untuk mengembalikan momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Akhmad.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya