Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kinerja Semester I-2026 Solid
BNI Sukses Kantongi Laba Rp 10,8 Triliun
Kamis, 6 Agustus 2026 06:40 WIB
Sebelumnya
Penguatan struktur pendanaan tersebut ikut mendorong efisiensi biaya dana. Cost of Fund (CoF) dana pihak ketiga membaik menjadi 2,56 persen dari 2,78 persen pada periode yang sama tahun lalu.
“Struktur pendanaan yang kuat menjadi modal penting bagi BNI untuk menjaga daya saing sekaligus mendukung pertumbuhan kredit secara berkelanjutan,” ujar Hussein.
Ia menambahkan, penguatan profitabilitas juga didorong diversifikasi sumber pendapatan melalui transaksi, solusi cash management, layanan digital, serta berbagai layanan berbasis komisi.
“Diversifikasi sumber pendapatan ini penting untuk menjaga ketahanan profitabilitas BNI dalam berbagai kondisi siklus ekonomi,” katanya.
Baca juga : Demi Keselamatan, Evaluasi Kesehatan Petugas Damkar
Dari sisi kualitas aset, rasio Loan at Risk (LAR) membaik dari 11 persen menjadi 8,1 persen. Sedangkan rasio Non Performing Loan (NPL) terjaga pada level 1,9 persen.
Direktur Risk Management BNI David Pirzada mengatakan, perseroan tetap menerapkan kebijakan pencadangan yang konservatif sebagai bagian dari disiplin manajemen risiko.
“Kebijakan tersebut memperkuat ketahanan neraca sekaligus memberikan ruang bagi BNI untuk melanjutkan ekspansi bisnis secara sehat dengan tetap mengedepankan prinsip kehatihatian,” ujarnya.
Menurut David, kualitas aset yang sehat merupakan hasil penerapan manajemen risiko secara konsisten, mulai dari penetapan sektor prioritas, analisis kelayakan debitur, hingga pemantauan pascapenyaluran kredit.
Baca juga : Bos FIFA Dituding Tukang Peras
“BNI juga terus memperkuat sistem peringatan dini agar setiap perubahan profil risiko dapat diidentifikasi dan ditangani lebih cepat,” katanya.
Memasuki semester II-2026, BNI akan terus memperkuat struktur pendanaan, menjaga pertumbuhan kredit yang berkualitas, serta mempertahankan kualitas aset melalui pengelolaan risiko dan pencadangan yang disiplin. Transformasi digital juga terus dipacu.
Hingga akhir Juni 2026, jumlah pengguna aplikasi wondr by BNI mencapai 15,1 juta dengan volume transaksi meningkat 110 persen yoy. Sementara pengguna BNIdirect pada segmen wholesale mencapai 280 ribu dengan volume transaksi tumbuh 17 persen menjadi Rp 6.039 triliun.
Selain itu, implementasi Branch, Region & Area Value Empowerment (BRAVE) kini telah diterapkan di seluruh wilayah operasional BNI untuk memperkuat fungsi kantor cabang sebagai pusat penjualan sekaligus menggali potensi ekonomi di masing-masing daerah.
Baca juga : Sukses Di Washington, Aldila Incar Gelar Canadian Open
“Melalui BRAVE, setiap wilayah dan kantor cabang memiliki peran yang semakin kuat dalam menggali potensi ekonomi lokal serta membangun ekosistem bisnis,” pungkas Putrama. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya