Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sepakbola Korsel Sarang Nepotisme
- Susul Jannik Sinner, Zverev Kantongi Tiket ATP Finals
- War Ticket Upacara HUT Ke-81 RI di Istana Merdeka Diperpanjang 8-9 Agustus
- Borneo FC Makin Kompak, Juan Villa Beberkan Rahasia Persiapan Tim
- Antar Persebaya Juara Piala Presiden, Reza Arya Fokus Bidik Super League
Tingkatkan Penerimaan Devisa
Pariwisata Dan Investasi Mesin Utama Ekonomi
Sabtu, 8 Agustus 2026 06:45 WIB
Sebelumnya
Pemerintah memandang pariwisata sebagai peluang yang relatif cepat dimanfaatkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Salah satu upaya yang ditempuh adalah menguatkan konektivitas penerbangan internasional, seperti pembukaan rute penerbangan langsung Bali-Phuket (Thailand-red) oleh maskapai TransNusa.
Rute tersebut diperkirakan akan menarik wisatawan umum, keluarga, pekerja digital (digital nomads), hingga pencinta petualangan untuk menikmati potensi budaya dan kuliner kedua wilayah.
Baca juga : PAN Sulbar Buka Ruang Penyampaian Gagasan
Strategi penguatan investasi dan pariwisata diharapkan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional pada paruh kedua tahun 2026. Hal ini juga berpotensi meningkatkan penerimaan devisa dalam dolar AS.
Terpisah, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai, kualitas pertumbuhan ekonomi perlu diwaspadai karena peran dunia usaha, khususnya sektor manufaktur dan pertambangan, masih relatif lemah.
Baca juga : Gejolak Ekonomi Global Belum Surut, OJK: Sektor Keuangan Masih Tahan Banting
Berdasarkan data BPS, konsumsi Pemerintah tumbuh 15,97 persen secara tahunan pada triwulan II-2026 dan menjadi komponen pengeluaran dengan pertumbuhan tertinggi yang menopang laju ekonomi di atas 5 persen.
Fakhrul mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih didominasi oleh government-driven growth. Belanja Pemerintah berhasil menjaga momentum ekonomi, tetapi sektor swasta belum sepenuhnya kembali menjadi motor pertumbuhan.
Baca juga : AS Dan Indonesia Sinergi Perkuat Benteng Siber
“Dalam jangka pendek Pemerintah memang dapat menjadi penyangga ekonomi. Namun, dalam jangka panjang, Pemerintah tidak mungkin menjadi satu-satunya penggerak ekonomi nasional,” ujar Fakhrul di Jakarta, Jumat (7/8/2026). DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Sabtu, 8 Agustus 2026 dengan judul "Tingkatkan Penerimaan Devisa Pariwisata Dan Investasi Mesin Utama Ekonomi"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya