Dark/Light Mode

Ketika Energi Bersih Jangkau Pelosok

Local Hero Pastikan Desa Energi Berdikari Tetap Berjalan

Sabtu, 15 Agustus 2026 06:40 WIB
Local Hero Pertamina Drilling Services Indonesia, Alfredo Nicholas Saputra Kolin. (Foto: Dok. Pertamina)
Local Hero Pertamina Drilling Services Indonesia, Alfredo Nicholas Saputra Kolin. (Foto: Dok. Pertamina)

 Sebelumnya 
 

Asta Cita Dimulai dari Desa 

Penguatan kemandirian energi dari desa sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, khususnya agenda memperkuat kemandirian energi melalui pengembangan energi baru terbarukan, sekaligus membangun Indonesia dari desa. 

Implementasi agenda tersebut terlihat dari pengembangan Program Desa Energi Berdikari yang dilakukan Pertamina di berbagai daerah. 

Program ini tidak hanya membangun pembangkit energi bersih, tetapi juga menyiapkan masyarakat agar mampu mengoperasikan dan merawatnya secara mandiri. 

Pertamina telah mengembangkan Program Desa Energi Berdikari di 262 desa di seluruh Indonesia. Dengan 128 local hero tersertifikasi untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan energi di desa. 

Pada 5-7 Agustus 2026, Pertamina kembali memfasilitasi sertifikasi bagi 21 local hero di Balkondes Wringin Putih, Borobudur, Magelang, yang juga merupakan salah satu Desa Energi Berdikari. 

Peserta mendapatkan pelatihan mengenai regulasi ketenagalistrikan, metodologi sertifikasi kompetensi, serta pengoperasian dan pemeliharaan PLTS. 

Baca juga : Berpotensi Sumbang PAD Rp 3 Triliun, Pemprov DKI Bidik Pajak Mobil Listrik

Mereka yang dinyatakan kompeten memperoleh Sertifikat Junior Operator PLTS yang diterbitkan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia, Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). 

Terkait hal tersebut, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, transisi energi tidak cukup hanya ditandai dengan membangun infrastruktur. 

Menurutnya, transisi energi juga harus ditandai oleh masyarakat yang mampu mengoperasikan, merawat, dan mengembangkannya. 

“Pertamina terus memperkuat kapasitas local hero, agar manfaat Program Desa Energi Berdikari dapat terus menggerakkan kehidupan masyarakat dan perekonomian desa,” tegas Baron. 

Desa Energi Berdikari dari Energi Bersih ke Ekonomi 

Pengamat Ketahanan Energi sekaligus Dewan Penasehat Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Feiral Rizky Batubara menilai, keberadaan local hero merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program energi desa. 

Feiral berpendapat, pengembangan program Desa Energi Berdikari tidak boleh berhenti setelah proyek selesai. Harus ada masyarakat setempat yang mampu mengoperasikan, memelihara, mencatat kinerja, serta menangani gangguan awal pembangkit. 

“Local hero bukan hanya operator teknis. Mereka dapat menjadi pengelola energi sekaligus agen pembangunan ekonomi desa. Karena itu, pelatihan dan sertifikasi operator menjadi penting,” papar Feiral. 

Baca juga : Enam Federasi Arab Dukung Tuan Infantino

Dia bahkan mengusulkan konsep village energy manager, yakni anak muda atau tokoh lokal yang dilatih khusus menjadi pengelola energi desa. 

Dengan cara tersebut, pengetahuan tidak ikut pergi ketika proyek selesai. Kemampuan mengelola energi malah akan menjadi aset yang menetap dan berkembang di desa. 

Feiral juga menekankan, listrik berbasis energi terbarukan harus dimanfaatkan untuk kegiatan produktif. Energi dapat digunakan untuk cold storage perikanan, mesin pengolahan hasil pertanian, pompa air, pengering hasil pertanian, penggilingan, digital center, konektivitas internet hingga UMKM berbasis teknologi. 

Dengan begitu, energi tak hanya menjadi biaya pembangunan, tetapi juga menjadi modal untuk menciptakan pendapatan masyarakat. 

Feiral berpendapat, paradigma pembangunan energi desa melalui Desa Energi Berdikari menjadi model ideal, tidak sekadar membangun dan meninggalkan (build and leave) menjadi build, tetapi mengarah ke operate, grow and empower. 

“Sejak awal, pembangunan energi bersih berbasis masyarakat ini harus dirancang bersama sistem operasi dan pemeliharaan, pembiayaan jangka panjang, penguatan kapasitas masyarakat, serta rencana pemanfaatan listrik untuk kegiatan ekonomi,” bebernya. 

Program Desa Energi Berdikari saat ini telah menciptakan nilai ekonomi Rp 5,65 miliar per tahun, serta menghasilkan kapasitas energi terbarukan sebesar 1.302.700 Wp dari tenaga surya, mikrohidro dan pembangkit hibrida surya-angin. 

Baca juga : National Bank Open 2026, Ben Shelton Juara Bertahan

Program tersebut juga telah menghasilkan 959.302 meter kubik biogas dan metana, serta memberikan manfaat kepada 283.841 jiwa, termasuk 62 penyandang disabilitas. 

Angka tersebut merupakan bagian dari upaya menjadikan energi terbarukan, yang menggerakkan pembangunan masyarakat. 

Namun, Feiral menilai, keberhasilan program EBT desa tidak cukup diukur dari jumlah pembangkit yang dibangun atau desa yang mendapatkan listrik. 

“Terpenting, apakah listrik tetap menyala, masyarakat mampu mengelolanya, pendidikan membaik, produktivitas ekonomi meningkat dan desa semakin mandiri,” beber Feiral. 

“Dengan begitu, implementasi Asta Cita tidak berhenti pada kebijakan di tingkat pusat,” lanjutnya. 

Di tangan para local hero, energi terbarukan tak hanya menjelma menjadi panel surya, tetapi juga menjadi alat untuk membuka peluang usaha, meningkatkan kesejahteraan dan membangun kemampuan masyarakat mengelola masa depannya sendiri. 

“Ketika masyarakat setempat mampu mengelola energi sendiri dan menggunakan energi tersebut untuk menciptakan kegiatan ekonomi, maka kita tidak hanya membangun pembangkit listrik. Kita sedang membangun kemandirian desa,” tandas Feiral.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.