Dark/Light Mode

Gandeng PLN EMI, Ajinomoto Tancap Gas Kejar Target Net Zero Emission

Senin, 7 September 2026 12:33 WIB
Direktur Utama PLN EMI Henri Firdaus (kiri) bersama Vice President Director PT Ajinomoto Indonesia dan PT Ajinex International Naohiro Kadota. (Foto: Ajinomoto)
Direktur Utama PLN EMI Henri Firdaus (kiri) bersama Vice President Director PT Ajinomoto Indonesia dan PT Ajinex International Naohiro Kadota. (Foto: Ajinomoto)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Ajinomoto Indonesia memperpanjang kerja sama dengan PT Energy Management Indonesia (Persero) atau PLN EMI dalam pemanfaatan Renewable Energy Certificate (REC) sebagai bagian dari upaya mempercepat pencapaian Net Zero Emission (NZE).

Perjanjian baru tersebut mulai berlaku pada 1 September 2026 untuk jangka waktu tiga tahun. Pemanfaatan REC oleh Ajinomoto Indonesia sebelumnya telah dimulai sejak 2024 dan menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengurangi emisi karbon serta meningkatkan penggunaan energi terbarukan dalam kegiatan operasional.

Wakil Presiden Direktur PT Ajinomoto Indonesia dan PT Ajinex International Naohiro Kadota mengatakan, pemanfaatan REC merupakan salah satu bentuk nyata implementasi strategi perusahaan untuk mewujudkan operasional yang lebih ramah lingkungan.

“REC merupakan sertifikat yang membuktikan bahwa energi listrik yang digunakan berasal dari pembangkit berbasis energi terbarukan,” ujar Naohiro Kadota dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Baca juga : Sepeda Solusi Nyata NZE: Perbaikan Kualitas Udara Dan Dekarbonisasi

Menurut dia, pemanfaatan REC menjadi langkah strategis Ajinomoto Indonesia untuk meningkatkan penggunaan energi bersih sekaligus memperkuat komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan melalui filosofi Amino Science.

Naohiro berharap upaya tersebut dapat terus menciptakan nilai berkelanjutan bagi generasi saat ini maupun mendatang.

Direktur Utama PLN EMI Henri Firdaus mengapresiasi konsistensi Ajinomoto dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam kegiatan operasional perusahaan.

“Ajinomoto merupakan salah satu perusahaan yang secara konsisten menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan melalui pemanfaatan REC,” katanya.

Baca juga : UOB Plaza Mulai Transformasi Berbasis Keberlanjutan

Henri menilai semakin banyak dunia usaha yang berkomitmen menggunakan energi bersih, semakin besar kontribusinya terhadap upaya mewujudkan masa depan rendah karbon dan mempercepat transisi energi di Indonesia.

Pemanfaatan energi terbarukan tersebut telah memberikan dampak yang terukur. Ajinomoto Indonesia menyebut perusahaan telah mencapai 100 persen target penurunan emisi Scope 2, yakni emisi tidak langsung yang berasal dari penggunaan listrik.

Hingga Juli 2026, implementasi program tersebut telah berkontribusi terhadap pengurangan emisi sekitar 220.000 ton CO2. Capaian itu memperkuat upaya perusahaan membangun kegiatan operasional yang lebih efisien, rendah karbon, dan berkelanjutan.

Selain memanfaatkan REC, Ajinomoto Indonesia juga mengembangkan sejumlah inisiatif efisiensi energi di fasilitas produksinya, antara lain melalui penggunaan biomass boiler dan panel surya.

Baca juga : PLN EPI–Kemendesa Perkuat Desa Kejar Net Zero Emission

Berbagai langkah tersebut dilakukan secara terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus mengurangi jejak karbon perusahaan.

Dengan diperpanjangnya kerja sama dengan PLN EMI, Ajinomoto optimistis dapat mempertahankan capaian pengurangan emisi sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap agenda transisi energi nasional.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi contoh sinergi antara sektor industri dan penyedia energi dalam mendorong penggunaan energi bersih serta mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan di Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.