Dark/Light Mode

Bidik Sumber Pertumbuhan Baru

BTN Targetkan 2030 Kredit Non Perumahan Naik 30 Persen

Jumat, 11 September 2026 06:40 WIB
Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon LP Napitupulu (tengah), Direktur Finance & Strategy Adityo Kusumo (kiri) dan Direktur Treasury & International Banking Venda Yuniarti berbincang saat acara Public Expose Live 2026 di Jakarta, Kamis (10/9/2026). (Foto: Dok. BTN)
Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon LP Napitupulu (tengah), Direktur Finance & Strategy Adityo Kusumo (kiri) dan Direktur Treasury & International Banking Venda Yuniarti berbincang saat acara Public Expose Live 2026 di Jakarta, Kamis (10/9/2026). (Foto: Dok. BTN)

 Sebelumnya 
Di sektor kesehatan, BTN menghadirkan Healthcare Dashboard melalui balé Korpora yang dapat membantu institusi rumah sakit melihat kinerja secara realtime, termasuk produktivitas dokter dan arus kas.

Sementara di sektor pariwisata, BTN menyediakan solusi pembayaran, transaksi dan layanan finansial terintegrasi di sejumlah kawasan destinasi wisata.

“Selain pendapatan berbasis bunga, ekspansi Beyond Mortgage juga mulai diarahkan untuk memperbesar sumber pendapatan berbasis komisi,” ungkap Nixon.

Salah satunya melalui bancassurance, yang hingga semester I-2026 menghasilkan pendapatan non-bunga Rp 27,4 miliar atau sekitar 1,5 persen dari total Fee Based Income (FBI) BTN.

Baca juga : Pengelola Kawasan Industri Diwajibkan Kantongi IUKI

“Perseroan juga tengah mengembangkan kemitraan bancassurance eksklusif melalui jaringan kantor cabang,” ujarnya.

Di sisi permodalan, Direktur Treasury & International Banking BTN Venda Yuniarti mengatakan, perseroan memiliki sejumlah opsi untuk menambah modal tahun ini. Namun, eksekusinya akan disesuaikan dengan posisi kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) bank.

Menurut Venda, BTN telah menerbitkan obligasi subordinasi senilai Rp 2 triliun pada akhir tahun lalu. Sementara itu, sisa plafon Rp 3 triliun akan disesuaikan dengan kebutuhan permodalan BTN.

“Karena sejauh ini, CAR kami masih terjaga sesuai target di level 17 persen hingga 18 persen,” katanya.

Baca juga : Kaji Usulan Kenaikan Jadi Rp 10 Ribu, Pram Segera Putuskan Harga Tiket Ragunan

Di tengah upaya memperkuat permodalan, BTN juga tetap menjaga ruang bagi pemegang saham melalui kebijakan dividen.

BTN berencana membagikan dividen untuk tahun buku 2026 dengan dividend payout ratio di kisaran 20 persen-25 persen dari total laba bersih, sesuai dengan Rancangan Bisnis Bank (RBB) BTN 2026.

Namun Nixon menegaskan, keputusan pembagian dividen tetap bergantung pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Nixon mengatakan, perluasan bisnis tersebut akan tetap berjalan berdampingan dengan penguatan bisnis perumahan, yang menjadi kompetensi utama emiten berkode saham BBTN.

Baca juga : Don Carlo Rombak Brazil

Dengan demikian, Beyond Mortgage tidak mengubah identitas BTN sebagai bank yang fokus pada sektor perumahan. Tetapi memperbesar ruang bagi perseroan untuk menangkap kebutuhan finansial nasabah di sepanjang siklus kehidupannya.

Dia menegaskan, Beyond Mortgage bukan berarti BTN bergeser dari perumahan. Artinya, housing tetap menjadi inti bisnis BTN.

“Yang kami lakukan adalah memperbesar ekosistem di sekelilingnya, sehingga hubungan BTN dengan nasabah menjadi semakin luas, baik individu, institusi maupun korporasi,” pungkas Nixon. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

mpo slot slot gacor harum100 slot gacor slot gacor