Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gelar Apel, Kapolres Bogor Antisipasi Potensi Gesekan Suporter Persija-Persib
- Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa Hingga Mentawai
- BNPB Laporkan Karhutla Di 4 Daerah, 7,6 Hektare Lahan Terbakar
- Tutup KPPD IV, Gubernur Lemhannas: Kepala Daerah Perlu Berwawasan Global
- TNI Perkuat Penanganan Karhutla dan Bencana, Tuai Apresiasi di Medsos
Dari Tenda Biru Ke Pasar Global
UMKM Binaan BSI Bersiap Ekspor Sambal Ke Jepang
Minggu, 13 September 2026 06:40 WIB
Sebelumnya
APB juga kembali berkembang dengan memiliki 10 gerai di Jakarta dan sekitarnya. Kini, usaha yang dia namakan APB Catering itu melayani pesanan nasi bungkus dan camilan hingga 3.000 bungkus per hari dan siap melayani 24 jam. Sementara APB Sambal mampu memproduksi 1.000 botol sambal per hari.
Dari omzet awal 2013 yang terhitung baru ratusan juta rupiah per hari, kini total perputaran usaha APB telah menembus sekitar Rp 6 miliar per tahun.
Perkembangan tersebut turut membuka jalan bagi APB untuk bermitra dengan BSI pada 2022-2023. Rekam jejak yang rapi, catatan keuangan yang tertib, dan visi bisnis yang jelas menjadi modal bagi APB mendapatkan kepercayaan pembiayaan.
Baca juga : Petugas DKI Cek Langsung Ekonomi Penerima Bansos
Awalnya, kisah Erna, dia mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sekitar Rp 100 juta karena tidak menggunakan agunan.
Selanjutnya, APB dibantu bukan hanya dari sisi permodalan. “Tetapi juga pameran hingga dipertemukan potential buyer dan business matching yang akhirnya difasilitasi untuk ekspor,” ungkapnya.
Dari pendampingan tersebut, APB mulai membuka jalan menuju pasar Jepang. Namun, masuk ke pasar tersebut bukan perkara mudah karena persyaratan keamanan pangan yang ketat.
Baca juga : Manchester United VS Manchester City, Derby Kurang Ideal
Enam parameter keamanan pangan harus lulus uji, mulai dari kandungan mikroba, kandungan bahan baku, kadar bakteri hingga parameter keamanan pangan lainnya.
“Seluruh sampel sedang kami diuji laboratorium bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB),” katanya.
Jika hasilnya dinyatakan layak, Memorandum of Understanding (MoU) akan segera diteken dengan mitra Jepang untuk kemudian menjadi distributor eksklusif seluruh produk APB di Jepang.
Baca juga : Ikuti Jejak Sang Ayah, Robin Raikkonen Gabung Red Bull
Peluang pasar lainnya juga tengah dibuka di Malaysia, Arab Saudi, Hong Kong, dan Thailand.
“Semua berproses, langkah demi langkah, menuju satu tujuan, yakni produk rasa Nusantara buatan tangan anak bangsa bisa dikenal dan dinikmati di manapun,” ucapnya.
Produk sambal APB kini telah memiliki izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sertifikasi halal, dan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Dari yang sebelumnya hanya dibungkus plastik polos dan tahan satu hari, sambal APB telah bertransformasi menjadi produk yang terstandar dan siap dipercaya pasar yang lebih luas.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya