Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gelar Apel, Kapolres Bogor Antisipasi Potensi Gesekan Suporter Persija-Persib
- Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa Hingga Mentawai
- BNPB Laporkan Karhutla Di 4 Daerah, 7,6 Hektare Lahan Terbakar
- Tutup KPPD IV, Gubernur Lemhannas: Kepala Daerah Perlu Berwawasan Global
- TNI Perkuat Penanganan Karhutla dan Bencana, Tuai Apresiasi di Medsos
Cegah Dampak Bencana Terhadap Warga
Pemerintah Perkuat Mitigasi, Jaga Aktivitas Perekonomian
Minggu, 13 September 2026 06:45 WIB
Sebelumnya
Di sektor darat dan kereta api, langkah yang disiapkan antara lain membersihkan rumput dan semak di sepanjang ruang milik jalan dan jalur rel, menurunkan kecepatan kendaraan di zona rawan asap, serta menyiapkan rute alternatif apabila jalur utama terisolasi.
Pada sektor laut dan sungai, kapal diwajibkan mengaktifkan radar dan sistem identifikasi otomatis atau Automatic Identification System (AIS) saat melintasi wilayah berkabut asap.
Awak kapal juga diminta menggunakan suling kabut serta lampu navigasi berintensitas tinggi. Pelayaran sementara dapat dihentikan apabila jarak pandang berada di bawah batas aman.
Baca juga : Bantah Kabar Hubungannya Retak, Farhan Masih Kasih Tugas Ke Wakilnya
Untuk sektor udara, operator bandara diminta mengawasi batas minimum jarak pandang berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Maskapai juga harus menyiapkan skenario penundaan, pengalihan, maupun pembatalan penerbangan apabila kondisi tidak memungkinkan,” ujar Dudy.
Penyesuaian jadwal penerbangan dilakukan berdasarkan kondisi aktual dan Notice to Air Missions (NOTAM) terbaru.
Baca juga : UMKM Binaan BSI Bersiap Ekspor Sambal Ke Jepang
Pemerintah juga mengoptimalkan informasi cuaca penerbangan dan instrumen pendaratan presisi apabila kondisi bandara dan pesawat memungkinkan.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan, pemantauan dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan beriringan dengan upaya menjaga aktivitas ekonomi dan distribusi kebutuhan masyarakat.
“Pemerintah terus memastikan bahwa dampak bencana terhadap masyarakat dan aktivitas ekonomi dapat dipantau secara menyeluruh,” ujar Haryo.
Baca juga : Petugas DKI Cek Langsung Ekonomi Penerima Bansos
Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan, bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia berpotensi menyebabkan perlambatan ekonomi pada kuartal III-2026.
“Gangguan mulai terlihat dari penurunan mobilitas masyarakat maupun distribusi barang. Aktivitas ekonomi yang terdampak karhutla diperkirakan mencapai sekitar Rp 30 triliun, sementara beban tambahan masyarakat untuk kesehatan dapat mencapai Rp 90 triliun,” kata Huda kepada Rakyat Merdeka, Jumat (11/9/2026). NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Minggu, 13 September 2026 dengan judul "Cegah Dampak Bencana Terhadap Warga Pemerintah Perkuat Mitigasi, Jaga Aktivitas Perekonomian"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya