Dark/Light Mode

Cegah Dampak Bencana Terhadap Warga

Pemerintah Perkuat Mitigasi, Jaga Aktivitas Perekonomian

Minggu, 13 September 2026 06:45 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Sumber BPMI Sekretariat Presiden RI
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Sumber BPMI Sekretariat Presiden RI

 Sebelumnya 
Di sektor darat dan kereta api, langkah yang disiapkan antara lain membersihkan rumput dan semak di sepanjang ruang milik jalan dan jalur rel, menurunkan kecepatan kendaraan di zona rawan asap, serta menyiapkan rute alternatif apabila jalur utama terisolasi.

Pada sektor laut dan sungai, kapal diwajibkan mengaktifkan radar dan sistem identifikasi otomatis atau Automatic Identification System (AIS) saat melintasi wilayah berkabut asap.

Awak kapal juga diminta menggunakan suling kabut serta lampu navigasi berintensitas tinggi. Pelayaran sementara dapat dihentikan apabila jarak pandang berada di bawah batas aman.

Baca juga : Bantah Kabar Hubungannya Retak, Farhan Masih Kasih Tugas Ke Wakilnya

Untuk sektor udara, operator bandara diminta mengawasi batas minimum jarak pandang berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Maskapai juga harus menyiapkan skenario penundaan, pengalihan, maupun pembatalan penerbangan apabila kondisi tidak memungkinkan,” ujar Dudy.

Penyesuaian jadwal penerbangan dilakukan berdasarkan kondisi aktual dan Notice to Air Missions (NOTAM) terbaru.

Baca juga : UMKM Binaan BSI Bersiap Ekspor Sambal Ke Jepang

Pemerintah juga mengoptimalkan informasi cuaca penerbangan dan instrumen pendaratan presisi apabila kondisi bandara dan pesawat memungkinkan.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan, pemantauan dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan beriringan dengan upaya menjaga aktivitas ekonomi dan distribusi kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah terus memastikan bahwa dampak bencana terhadap masyarakat dan aktivitas ekonomi dapat dipantau secara menyeluruh,” ujar Haryo.

Baca juga : Petugas DKI Cek Langsung Ekonomi Penerima Bansos

Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan, bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia berpotensi menyebabkan perlambatan ekonomi pada kuartal III-2026.

“Gangguan mulai terlihat dari penurunan mobilitas masyarakat maupun distribusi barang. Aktivitas ekonomi yang terdampak karhutla diperkirakan mencapai sekitar Rp 30 triliun, sementara beban tambahan masyarakat untuk kesehatan dapat mencapai Rp 90 triliun,” kata Huda kepada Rakyat Merdeka, Jumat (11/9/2026). NOV

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Minggu, 13 September 2026 dengan judul "Cegah Dampak Bencana Terhadap Warga Pemerintah Perkuat Mitigasi, Jaga Aktivitas Perekonomian"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

mpo slot slot gacor harum100 slot gacor slot gacor