Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kabar Haji Isam Pimpin Operasi Karhutla Dibantah Mensesneg: Tidak Benar Itu!
- Selain Upah Pungut, KPK Juga Usut Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Bogor
- Cegah Karhutla Meluas, 8 Desa Di Cengal Perkuat Sinergi
- Prabowo Dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Rizky Irmansyah
- KPK: OTT Rektor Unsoed Jadi Momentum Perkuat Integritas Perguruan Tinggi
RM.id Rakyat Merdeka - Sempat perkasa dalam sesi perdagangan kemarin, hari ini rupiah loyo. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 15.650 per dolar, dalam pembukaan perdagangan pasar spot.
Angka ini melemah sekitar 0,19 persen, dibanding posisi penutupan perdagangan pada Senin (13/4), yang tercatat di angka Rp 15.620 per dolar AS. Kala itu, rupiah menguat 1,14 persen.
Baca juga : Kena Dampak Corona, Industri Perhiasan Kurang Kinclong
Menuju pukul 09.30 WIB pada Selasa (14/4), rupiah kembali mengalami pelemahan 0,29 persen, atau setara Rp 15.665 per dolar AS. Pelemahan ini diharapkan tak sampai 1 persen.
Beberapa pihak menilai, penurunan rupiah ini merupakan cerminan atas kondisi pasar yang masih wait and see atas kebijakan Bank Indonesia (BI), soal suku bunga acuan hari ini.
Baca juga : Indikator Ekonomi Membaik, Rupiah Terus Menguat
Loyonya rupiah tak hanya terjadi ketika berhadapan dengan dolar AS pada pukul 09.30 WIB di pasar spot. Tetapi juga dengan mata uang Asia lainnya. Terhadap yen, rupiah melemah sekitar 0,6 persen, dolar Taiwan (-0,56 persen), dolar Singapura (-0,50 persen), ringgit Malaysia (-0,36 persen), won Korea Selatan (-0,39 persen), baht Thailand (-0,25 persen), dan dolar Singapura (-0,50 persen). [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya