Dark/Light Mode

FSP RTMM-SPSI Sampaikan Harapan kepada Menkeu Suahasil

Minggu, 20 September 2026 10:09 WIB
Foto: Khairizal Anwar/RM.
Foto: Khairizal Anwar/RM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman–Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) menyampaikan sejumlah harapan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara, terutama terkait arah kebijakan fiskal, keberlanjutan industri, dan perlindungan tenaga kerja.

FSP RTMM-SPSI juga mengapresiasi kebijakan Purbaya Yudhi Sadewa selama menjabat Menkeu.

Federasi berharap, kebijakan yang telah berjalan dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan industri, termasuk dalam penyerapan tenaga kerja.

“Kami mengapresiasi apa yang telah dilakukan Pak Purbaya selama menjalankan amanah sebagai Menteri Keuangan. Kami berharap kebijakan-kebijakan yang sudah berjalan dapat mendorong pertumbuhan perekonomian dan keberlanjutan industri, termasuk penyerapan tenaga kerja,” tulis FSP RTMM-SPSI dalam pernyataannya, dikutip Minggu (20/9/2026).

Terkait pergantian Menteri Keuangan, FSP RTMM-SPSI berharap Suahasil Nazara dapat mempertahankan dan melanjutkan kebijakan fiskal yang memperhatikan penerimaan negara, keberlanjutan industri, dan perlindungan tenaga kerja.

Baca juga : Pendapatan Tumbuh 25%, TKD 715 T, APBN Sehat Walafiat

Federasi juga menyoroti dampak kebijakan fiskal terhadap sektor rokok, tembakau, makanan, dan minuman.

Menurut FSP RTMM-SPSI, sektor-sektor tersebut memiliki keterkaitan dengan penyerapan tenaga kerja dan rantai pasok di berbagai daerah.

Karena itu, kebijakan fiskal yang berdampak terhadap sektor tersebut diharapkan turut mempertimbangkan keberlangsungan produksi dan lapangan pekerjaan.

“Kami berharap Pak Suahasil dapat memastikan kebijakan fiskal ke depan yang tidak hanya berorientasi pada penerimaan negara, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan industri dan kepastian kerja,” tulis FSP RTMM-SPSI.

Federasi menyebut, industri yang tetap tumbuh dan beroperasi secara berkelanjutan berkaitan dengan kepastian pekerjaan dan penghidupan pekerja.

Baca juga : Suahasil: APBN Harus Maksimal Untuk Rakyat

Untuk itu, FSP RTMM-SPSI menilai stabilitas kebijakan menjadi salah satu hal penting bagi dunia industri.

Menurut federasi, kepastian kebijakan diperlukan agar industri dapat menyusun rencana usaha, mempertahankan kegiatan produksi, sekaligus menjaga penyerapan tenaga kerja.

“Kami juga berharap pemerintah dapat mengedepankan prinsip kepastian usaha dan kepastian kerja dalam merumuskan kebijakan fiskal, khususnya kebijakan pajak, cukai, maupun pungutan yang memiliki dampak terhadap sektor industri,” tulis FSP RTMM-SPSI.

FSP RTMM-SPSI berharap, kebijakan fiskal yang telah memberikan kepastian bagi industri dapat dipertahankan, khususnya terkait perpajakan dan cukai.

Kepastian tersebut dinilai penting bagi industri untuk menyusun rencana usaha, menjaga kegiatan produksi, dan mempertahankan lapangan pekerjaan.

Baca juga : Ahmad Dedi Bantah Minta Dana Operasional: Saya Tidak Kenal Bayu

“Penguatan penerimaan negara dan perlindungan tenaga kerja bukan merupakan dua kepentingan yang harus dipertentangkan. Jika industri dapat tumbuh secara berkelanjutan, lapangan kerja terjaga, dan daya beli masyarakat tetap kuat, maka aktivitas ekonomi dan basis penerimaan negara juga dapat berkembang,” tulis FSP RTMM-SPSI.

FSP RTMM-SPSI juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan APBN dengan tetap memperhatikan keberlanjutan industri dan perlindungan tenaga kerja. Hal tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.