Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Biro Statistik Nasional China melaporkan ekonomi Negeri Tirai Bambu pada kuartal I-2020 tumbuh minus 6,8 persen. Menteri Keuangan Sri Mulyani pun ketar-ketir.
China merupakan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS). Namun, karena corona, ekonomi China jadi berantakan.
Baca juga : Potong Gaji 50 Persen, Garuda Megap-megap
Bahkan IMF sempat menyebutkan, corona bisa menyebabkan ekonomi global kontraksi.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, semua ramalan itu mengerikan. "Dan kita semua harus bersiap-siap menghadapinya," katanya seperti ditulis Sabtu (18/4).
Baca juga : Lockdown di China Berakhir, Jangkos Asal Sumut Kembali Berlayar
Eks Direktur Bank Dunia itu mengatakan, gara-gara corona sejumlah lembaga memangkas signifikan proyeksi perekonomian dunia dalam waktu yang singkat. Kondisi itu akan berdampak pada ekonomi Indonesia.
"Untuk Indonesia baseline 2,3 persen di 2020," kata Sri Mul.
Baca juga : China Tersendat, Ekspor Sarang Burung Walet Tetap Naik
Prediksi IMF, kata dia, kalau ada shock yang lebih maka ekonomi Indonesia kemungkinan tahun ini negatif 0,5 persen. “Ini skenario berat. Makanya tidak mungkin semua tidak bisa dilakukan APBN sendiri,” katanya.
Sementara itu, Sri Mul memperkirakan ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh 4,5-4,6 persen pada periode Januari-Maret 2020. Tetapi, dia mengingatkan, situasi kuartal II-2020 akan berbeda. Konsumsi, investasi, dan ekspor akan terpengaruh karena WHO sudah mengumumkan virus corona sebagai pandemi global. [DIT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya