Dark/Light Mode

PPKL: Kualitas Udara Jakarta Makin Baik Saat Wabah Corona

Senin, 20 April 2020 06:21 WIB
Grafik data kosentrasi PM 2,5 kualitas udara Jakarta.
Grafik data kosentrasi PM 2,5 kualitas udara Jakarta.

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PPKL-KLHK) menyebutkan, kualitas udara di Jakarta, semakin membaik saat wabah corona menyerang ibu kota DKI Jakarta. 

“Saat ini, kualitas udara Jakarta, semakin baik. Kalau dibandingkan year on year dengan tahun 2019, ada pengurangan partikulat (PM2.5) sebesar 10 persen untuk Jakarta selama 3.5 bulan tahun ini,” kata Direktur Jenderal PPKL-KLHK, RM Karliansyah, kemarin. 

Ia menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat kualitas udara di Jakarta, semakin baik. 

Pertama, jumlah kendaraan yang melintas dari pinggiran Jakarta, berkurang saat penyebaran wabah corona. Masyarakat metropolis lebih memilih di rumah daripada ke luar selama pandemi Covid-19

Berita Terkait : Sandiaga Uno-Aa Gym Minta Masyarakat Bahu Membahu Tangani Corona

Ditambah, adanya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di wilayah Depok-TangerangBekasi-Puncak-Cianjur (Jabodetabek) 

“Penerapan PSBB dan berkurangnya kendaraan yang melintas di Jabodetabek membuat kualitas udara Jakarta, makin membaik. Standarnya, masuk kategori sedang,” kata Karliansyah. 

Dalam masa pandemi Covid19, Karliansyah mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi aturan pemerintah dalam pencegahan penyebaran wabah corona yang semakin massif. 

Yaitu, menggunakan masker saat keluar rumah, melakukan jaga jarak fisik dalam berkomunikasi, tetap di rumah, rajin cuci tangan, tidak stres atau panik dan minum vitamin untuk menjaga imun tubuh. 

Berita Terkait : Survei BI: Kegiatan Usaha Loyo Akibat Wabah Corona

“Kunci terhindar Covid-19, adalah jangan stres atau panik, jaga jarak, pakai masker dan jaga imun tubuh dengan minum vitamin,” kata Karliansyah. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mengatakan, data kualitas udara Jakarta tergolong baik pada skala warna hijau. 

Hal ini terkait dengan kondisi polusi udara pasca penerapan kerja dari rumah guna hindari penyebaran Covid-19. 

Menurut Kepala Sub Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Siswanto, kandungan PM10 di udara Jakarta, menunjukkan konsentransi yang sangat rendah di kisaran 0-50 µgram/m3. 

Berita Terkait : Dubes Singapura dan Jepang Masih di Jakarta

Sementara menurut data Greenpeace Indonesia, kualitas udara Jakarta hari ini menunjukkan kualitas sedang. Berdasarkan data pada situs AQI (Air Quality Index), 

Juru Kampanye Energi Greenpeace Indonesia, Bondan Andriyanu menyebut konsentraasi polutan udara di Jakarta ada di level 53 µgram/m3. [NOV]