Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan menambah jam operasional KRL Commuter Line menjadi 04.00-21.00 WIB, mulai besok, Senin (8/06) selama masa Pembatasan Sosiak Berskala Besar (PSBB) transisi.
VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba menjelaskan, nantinya dengan penambahan jam operasional, adanya antrean pengguna tetap akan diatur. Harus selalu jaga jarak aman dan batasan kapasitas di dalam kereta dilakukan
"Agar tidak tergesa-gesa dalam menggunakan KRL, kami mengimbau para pengguna merencakanan perjalanan dengan cermat terutama mulai Senin, 8 Juni 2020 besok," katanya, Minggu (7/06).
Menurutnya, dengan jam operasional yang diperpanjang, perjalanan KRL juga bertambah dari sebelumnya 784 perjalanan menjadi 935 perjalanan setiap harinya. Penambahan ini menjadi solusi meminimalisir kemungkinan kepadatan pada setiap rangkaian kereta.
Baca juga : Awas, Nggak Pakai Masker Didenda Rp 250 Ribu
Namun, ia menegaskan antrean maupun kepadatan akan sulit dihindari apabila aktivitas para pengguna KRL masih saja terpusat di jam-jam sibuk pagi dan sore hari.
Padahal selama ini, KCI juga tidak mengurangi jarak waktu antar kereta atau headway terutama pada jam-jam sibuk. Di lintas Bogor, headway pada jam sibuk tetap 5 menit dengan 124 perjalanan KRL pada jam sibuk pagi hari dan 126 perjalanan pada sore hari.
Di lintas Bekasi, headway pada jam sibuk adalah 10-15 menit dengan 51 perjalanan KRL pada jam sibuk pagi hari dan 55 perjalanan pada sore hari. Di lintas Rangkasbitung/Serpong, headway pada jam sibuk adalah 10-15 menit dan 30 menit untuk kereta-kereta pemberangkatan maupun tujuan Rangkasbitung dengan keseluruhan 58 perjalanan pada jam sibuk pagi hari dan 67 perjalanan pada sore hari.
Sementara itu, di lintas Tangerang, headway pada jam sibuk adalah 18-20 menit, dengan 26 perjalanan pada jam sibuk pagi hari dan 31 perjalanan pada sore hari. Jumlah frekuensi perjalanan dan jarak waktu antar kereta saat ini sudah dimaksimalkan.
Baca juga : Jakarta Jalani PSBB Transisi, Jam Operasional KRL Ditambah
Di lintas Bogor, kata Anne, sudah sangat sulit menambah perjalanan kereta karena headway sudah maksimal sesuai kapasitas prasarana perkeretaapian yang tersedia. Sebagian jalur rel juga masih dipakai bersamaan dengan jenis kereta lain misalnya KLB antar kota dan kereta yang mengangkut logistik.
Untuk itu, KCI sebagai operator dalam beberapa tahun belakangan mengambil pendekatan berbeda untuk dapat melayani lebih banyak masyarakat.
Dengan frekuensi perjalanan yang tidak dapat berubah banyak, PT KCI memperpanjang rangkaian kereta menjadi mayoritas 10 dan 12 kereta dalam satu rangkaian.
KCI saat ini memiliki 36 rangkaian kereta dengan formasi 12 kereta, 41 rangkaian kereta dengan formasi 10 kereta, dan 35 rangkaian kereta dengan formasi 8 kereta. Setiap harinya 88 rangkaian KRL beroperasi melayani masyarakat.
Baca juga : BI Perpanjang Kebijakan Penyesuaian Operasional
Sementara, sisanya merupakan kereta cadangan untuk pengganti saat ada kereta yang mengalami kendala teknis, antisipasi saat perlu mengeluarkan kereta tambahan, dan rangkaian kereta yang sedang menjalani perawatan rutin. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya