Dewan Pers

Dark/Light Mode

Soal Izin Angkutan Multimoda, ALFI: Cukup Registrasi

Minggu, 12 Juli 2020 16:12 WIB
Ilustrasi angkutan logistik. (Foto: net)
Ilustrasi angkutan logistik. (Foto: net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menilai operator angkutan multimoda di Indonesia cukup didaftar (registrasi) sesuai dengan kesepakatan ASEAN Framework Agreement on Multimodal Transport (AFAMT). Jadi tidak memerlukan izin baru dan badan hukum baru untuk melakukan kegiatan angkutan multimoda.

Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Internasional dan Pengembangan Kapasitas Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ALFI, Iman Gandi mengatakan, Indonesia dalam membuat kebijakan dan menerapkan sistem angkutan multimoda dapat mengadopsi negara-negara anggota ASEAN yang telah bersepakat dalam AFAMT.

Berita Terkait : Menterinya Ngomong Begini, Anak Buah Ngomong Begitu

“Tidak hanya negara-negara anggota ASEAN, bahkan hampir semua negara di dunia telah mengadopsi sistem angkutan multimoda sesuai dengan pedoman yang diterbitkan oleh lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa, yaitu handbook of multimodal transport operation yang diterbitkan UN-ESCAP," katanya, dalam keterangannya Minggu (12/7)

Chairman ASEAN Federation of Forwarders Associations (AFFA) dan juga Ketua Umum DPP ALFI, Yukki N. Hanafi mengatakan, sebaiknya kita mencontoh negara di Asia yang paling awal membuat regulasi angkutan multimoda adalah India.

Berita Terkait : Soal Kelanjutan Liga, PT LIB Respon Positif Surat Keputusan PSSI

Karena, sejak 1992 India telah menerbitkan Registration of Multimodal Transport Operators Rules. 

“Jadi bukan izin baru lagi seperti di Indonesia,” tegasnya. 

Berita Terkait : DPR Sesalkan Pemotongan Anggaran Di Lingkup Kementan

Mengapa dalam sistem angkutan multimoda itu ditegaskan cukup dengan kebijakan registrasi, Yukki menilai, karena siapa saja bisa bertindak sebagai MTO seperti perusahaan forwarding, trucking, train company, shipping dan airline yang memberikan layanan hingga door.

“Maka kita harus memahami bahwa angkutan multimoda adalah salah satu sistem yang biasa digunakan forwarding dalam memberikan layanan door to door,” ujarnya. [KPJ]