Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Laba Minus 4,8 Persen, BCA Genjot Restrukrisasi Kredit
Selasa, 28 Juli 2020 20:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pandemi Covid-19 memberikan hantaman sangat keras bagi bisnis PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Sepanjang semester I-2020, BCA mengalami penurunan laba sebanyak 4,8 persen menjadi Rp 12,2 triliun lebih rendah dari semester I-2019 sebesar Rp 12,9 triliun.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan pandemi Covid-19 membuat berbagai ini bisnis melambat. Hal itu menyebabkan rendahnya permintaan kredit. “Terutama terjadi sejak Maret-Juni 2020, saya rasa dampaknya memang terasa di semester I ini,” ucap Jahja dalam acara paparan kinerja secara virtual, Senin (27/7).
Jahja menyebut, penurunan laba dipengaruhi oleh peningkatan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sekitar Rp 6,5 triliun selama semester I-2020. Adapun CKPN tertinggi pada kuartal II- 2020 mencapai Rp 5,6 triliun.
Baca juga : BNI Tuntaskan Relaksasi Kredit 203.178 Debitur
"Kami melakukan adjustment dengan mempersiapkan pencadangan yang cukup karena nggak mau kaget. Bisa dibilang CKPN BCA saat ini memadai, jumlahnya memang menyesuaikan dengan kebutuhan ke depan, pencadangan tetap ada,” katanya.
Selama semester I 2020, permintaan kredit lebih rendah meski masih tumbuh 5,3 persen secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 595,1 triliun.
Pertumbuhan kredit itu ditopang oleh kredit korporasi. BCA membukukan kredit korporasi sebesar Rp 257,9 triliun, meningkat 17,7 persen yoy, sementara kredit komersial dan UKM turun 0,9 persen yoy menjadi Rp 184,6 triliun.
Baca juga : Dorong Pemulihan Ekonomi, KUR Mandiri Genjot Sektor Produksi
Pada portofolio kredit konsumer, KPR tumbuh flat 0,3 persen yoy menjadi Rp 91 triliun dan KKB turun 11,9 persen yoy menjadi Rp 42,5 triliun. Saldo outstanding kartu kredit turun 18,6 persen yoy menjadi Rp 10,6 triliun akibat penurunan konsumsi domestik. Total portofolio kredit konsumer turun 5,1 persen yoy menjadi Rp 146,9 triliun.
Di tengah tantangan pandemi, BCA berhasil mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga yang tinggi pada semester pertama 2020. Dana giro dan tabungan (CASA) tumbuh 12,8 persen yoy, mencapai Rp 575,9 triliun dan berkontribusi sebesar 75,6 persen dari total dana pihak ketiga pada Juni 2020.
“Jaringan transaksi perbankan yang luas merupakan faktor pendorong pertumbuhan dana CASA. BCA terus berinvestasi pada platform layanan transaksi perbankan, khususnya pada digital channels,” sebutnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya