Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Laba Minus 4,8 Persen, BCA Genjot Restrukrisasi Kredit
Selasa, 28 Juli 2020 20:22 WIB
Sebelumnya
Jumlah rekening tumbuh 11,9 persen yoy mencapai 22,5 juta rekening hingga Juni 2020 didukung oleh layanan pembukaan rekening online. Sementara itu, deposito berjangka tumbuh 13,6 persen yoy mencapai Rp 185,6 triliun. Secara keseluruhan total dana pihak meningkat 13 persen yoy menjadi Rp 761,6 triliun.
“Posisi likuiditas tetap kokoh dengan LDR sebesar 73,3 persen. Likuiditas berada pada tingkat yang sehat untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan yang tidak terduga, khususnya selama masa pandemi,” tuturnya.
BCA juga berhasil menurunkan biaya dana pihak ketiga sehingga membantu meringankan tekanan pada pendapatan bunga gross yang diakibatkan oleh peningkatan restrukturisasi kredit.
Pendapatan bunga bersih naik 10,6 persen yoy menjadi Rp 27,2 triliun. Pencapaian ini mendukung bank untuk membukukan total pendapatan operasional sebesar Rp 37,8 triliun, tumbuh 10,3 persen yoy.
Baca juga : BNI Tuntaskan Relaksasi Kredit 203.178 Debitur
Di lain sisi, beban operasional tumbuh lebih rendah, sebesar 3,8 persen yoy menjadi Rp 16,2 triliun. Dengan demikian, laba sebelum provisi dan pajak BCA mencapai Rp 21,5 triliun, tumbuh 15,8 persen yoy, di mana pertumbuhan yang baik tersebut telah memberikan ruang untuk mengantisipasi kenaikan biaya pencadangan kredit.
Biaya pencadangan penurunan nilai aset adalah sebesar Rp 6,5 triliun pada semester pertama tahun 2020, sejalan dengan peningkatan risiko potensi penurunan kualitas kredit.
Secara keseluruhan laba bersih selama enam bulan pertama 2020 tercatat sebesar Rp 12,2 triliun dibandingkan dengan Rp 12,9 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi, BCA tetap mampu menjaga permodalan bank pada posisi yang solid dengan rasio kecukupan modal (CAR) berada pada level 22,9 persen, jauh diatas rasio yang ditetapkan oleh regulator.
Baca juga : Dorong Pemulihan Ekonomi, KUR Mandiri Genjot Sektor Produksi
Rasio kredit bermasalah atau NPL sebesar 2,1 persen dibandingkan 1,4 persen pada Juni 2019. Bank membukukan rasio pengembalian terhadap aset (ROA) 3,1 persen dan pengembalian terhadap ekuitas (ROE) 15,6 persen pada semester pertama 2020.
Restrukturisasi
Jahja mengatakan, BCA fokus mendukung nasabah untuk menghadapi kondisi perlambatan bisnis dengan memberikan restrukturisasi kredit secara selektif pada berbagai segmen.
Selama Maret-Juni 2020, BCA memproses pengajuan restrukturisasi kredit sebesar Rp 115 triliun atau sekitar 20 persen dari total portofolio kredit yang berasal dari 118 ribu nasabah.
Baca juga : Ringankan Debitor Di Saat Pandemi, OJK Bakal Perpanjang Restrukturisasi Kredit
Per 30 Juni 2020, total kredit yang telah selesai direstrukturisasi tercatat sebesar Rp 69,3 triliun atau 12 persen dari total portofolio kredit.
“Kami melihat adanya kemungkinan peningkatan kredit yang direstrukturisasi hingga 20-30 persen dari total portofolio kredit, yang berasal dari 200-250 ribu nasabah,” imbuhnya.
Di masa pendemi Covid-19 ini, BCA bekerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk mencari solusi guna mencapai pemulihan. Dalam memenuhi kebutuhan nasabah bertransaksi perbankan dari rumah (#BankingFromHome), dengan terus melakukan berbagai inisiatif pengembangan digital channels yang dimiliki.
“Kami mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk mendukung aktivitas operasional harian, baik untuk internal maupun ekternal,” katanya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya