Dark/Light Mode

Perluas Pangsa Pasar, MNC Vision Networks Terapkan QR Code

Rabu, 29 Juli 2020 17:32 WIB
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo saat public expose PT MNC Sky Vision Tbk dan PT MNC Vision Network Tbk. (Foto: ist)
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo saat public expose PT MNC Sky Vision Tbk dan PT MNC Vision Network Tbk. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) dan PT MNC Vision Network Tbk (IPTV) tengah bersiap melakukan inovasi digital. Dua perusahaan milik MNC Group itu akan menerapkan QR Qode untuk memberikan kemudahan layanan kepada pelanggan.

Menurut Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo, penggunaan QR Qode bisa memudahkan pelanggan dalam memilih paket program channel yang bisa dibayar lewat website. Lebih jauh lagi, strategi inovasi ini bakal mendorong capaian pangsa pasar dan kinerja perusahaan yang lebih meningkat.

"Kita akan mengembangkan teknologi QR Qode wilayah yang mana bisa di MNC Sky Vision dan MNC Vision Networks. Nanti pelanggan bisa membeli dua bulan mereka tinggal scan melalui website dan bisa memilih paket program dan channel yang diinginkan," kata HT dalam public expose dua perusahaan tersebut di Jakarta, Selasa (28/7).

Baca Juga : Siapkan Perpres, Pasar EBT RI Masih Kecil

Dengan memanfaatkan QR Qode, pihaknya optimistis dapat meningkatkan pangsa pasar yang tinggi. Apalagi penggunaan QR Qode sejalan dengan peta jalan pemerintah yang ingin meningkatkan digitalisasi keuangan. "Saya rasa market pasarnya akan baik dan tinggi," jelasnya. 

Saat ini pangsa pasar PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) dan PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) masih didominasi oleh lokal. Di saat yang sama, animo masyarakat untuk menikmati layanan juga menguat di tengah pandemi. 

"Potensi bisnis sangat besar tahun ini karena itu kita perkuat timnya dalam meningkatkan pendapatan tahun ini apalagi Covid-19 ini membuat permintaan pelayanan terus meningkat karena orang bosan di rumah jadi pilih jaringan internet," jelasnya.

Baca Juga : Gelar RUPST, Kimia Farma Rombak Dewan Komisaris

Dia merinci pelanggan Vision+ lebih dari 1,2 juta orang, dengan registered user mencapai 4,6 juta dan tumbuh terus. Target sampai akhir tahun, jumlah pelanggan ini bisa tumbuh sampai 2 juta. Sedangkan, jumlah pengguna aktif bulanan (Monthly active user/MUA) Vision+ saat ini telah mencapai 29 juta orang. Atas data itu menunjukkan pelanggan IPTV masih mendominasi pasar. 

"Yang suka internasional content, Hollywood, dan sebagainya itu segmen atas, bukan menengah. Sasaran kami dengan Vision+ ini adalah middle up segment," jelasnya. 

HT melanjutkan, kegemaran masyarakat Indonesia akan konten lokal dapat dibuktikan dengan pangsa pasar kanal televisi berbayar di Indonesia yang sekitar 70 persennya dimiliki lokal. 

Baca Juga : Corona Bikin Pendapatan Astra Turun 23 Persen

Hingga akhir 2020 ini, korporasi bakal melakukan rencana-rencana bisnis dengan memperkuat sektor bisnis tanpa harus banyak mengeluarkan capital expenditure (Capex). [DIT]