Dark/Light Mode

Gaet BGR, Perinus dan Jamkrindo

LPDB Siap Beri Pembiayaan Ke Koperasi BUMN Pangan dan Logistik

Senin, 10 Agustus 2020 21:49 WIB
Direktur Utama LPDB Supomo (tengah) usai melakukan MoU digitalisasi warung digital di Jakarta, Senin (10/8). (Foto: LPDB)
Direktur Utama LPDB Supomo (tengah) usai melakukan MoU digitalisasi warung digital di Jakarta, Senin (10/8). (Foto: LPDB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM) siap memberikan pembiayaan kepada koperasi pangan dan logistik, terutama dalam memenuhi target 10 ribu penyediaan Warung Pangan hingga akhir 2020.

Upaya ini diwujudkan LPDB dengan menjalin kerja sama sinergi antara Kementerian Koperasi dan Kementerian BUMN yang melibatkan beberapa perusahaan pelat merah klaster pangan dan pembiayaan yakni PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau BGR Logistic, PT Perikanan Nusantara (Persero) atau Perinus dan PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo.

Direktur Utama LPDB KUMKM Supomo menjelaskan, dalam alur kerja sama ini, hasil pertanian dari petani dan perikanan dari nelayan akan dibeli oleh koperasi yang dibiayai oleh LPDB, yang kemudian dibeli lagi oleh BUMN pangan lewat BGR Logistic dan Perinus, selanjutkan akan disalurkan ke warung-warung yang telah diberdayakan dalam program Warung Pangan, belanja di warung tetangga.

"Untuk berapa kebutuhan pembiayaannya kami tunggu dari koperasi-koperasi yang ada di pertanian maupun perikanan yang nanti dikurasi untuk memenuhi kebutuhan warung. Dananya bersumber dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diamanatkan ke kami senilai Rp 1 triliun, tentunya dengan bunga murah hanya 3 persen," jelasnya dalam acara penandatanganan MoU LPDB-BGR Logistic-Perinus-Jamkrindo pada program digitalisasi warung pangan di Jakarta, Senin (10/8).

Baca juga : Demokrat: Perlu Kepekaan untuk Harmonisasi Pemulihan Kesehatan dan Ekonomi

Supomo merinci, per 10 Agustus 2020, realisasi penyaluran dana PEN oleh LPDB mencapai Rp 455 miliar atau setara 45,5 persen dari pencatatan pencairan. Namun jika dikalkulasi dengan sudah capai 60 persen.

Pihaknya pun optimistis dana tersebut akan terserap 100 persen hingga September 2020. "Katanya kalau habis akan ditambah. Berapa nilainya ya kita belum tahu karena itu kewenangan Kementerian Keuangan. Yang pasti dana ini dipastikan akan terserap 100 persen ke koperasi," tegasnya.

Ia menambahkan keikutsertaan LPDB dalam program ini sebagai jawaban, atas tantangan bagi BUMN klaster pangan yang mengaku kesulitan mencari pembiayaan murah. Di satu sisi, LPDB bersama BGR maupun Perinus juga memiliki mitra yang sama di sektor perikanan atau nelayan.

"Suplier sudah tak perlu lagi pusing mencari pendanaan murah sekaligus ini juga sebagai tanggung jawab dalam upaya mensejahterakan masyarakat akibat dampak Covid-19," imbuhnya.

Baca juga : Indonesia Di Ambang Resesi BUMN Harusnya Jadi Solusi

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama BGR Logistic Kuncoro Wibowo mengatakan, koperasi penghasil pangan mendapat bantuan LPDB. Tugas BGR selanjutnya, bagaimana mengakuisi warung akan mau bermitra dengan pihaknya.

"Di awal kami memperkenalkan program Warung Pangan, nyatanya di lapangan cukup sulit untuk mengakuisi warung. Karena mereka punya agen yang bisa memberi utang. Tapi kami bersyukur mitra warung pangan yang teregistrasi sudah mencapai 2 ribu. Akhir tahun kami ditargetkan Kementerian BUMN bisa mengakuisisi 10 ribu warung," imbuhnya.

Melalui pembiayaan dari LPDB, pihaknya bisa menyediakan bahan pangan dengan harga yang murah. "Karena koperasi yang menyuplai dapat pembiayaan murah juga dari LPDB," ujarnya.

Senada Direktur Utama Perinus Farida Mokodompit mengatakan, sejak April 2020 saat kluster pangan dibentuk langsung memuat aplikasi pangan. Namun bagi Perinus tidaklah mudah, banyak pula kesulitan yang ditemui. Salah satunya dari sisi pemodalan yang perlu dukungan dari perbankan maupun lembaga pembiayaan lain.

Baca juga : Mandiri Syariah Jaminkan Pembiayaan SME dan Mikro

"Misalnya kalau di kami ini masalah perikanan dalam menyediakan produk dalam bentuk ikan beku atau fresh. Akan kami detilkan, hasil survei, beberapa warung kelihatannya tak menungkinkan pasang freezer, arahan kementerian akan dibuatkan hub sediakan 1-2 freezer dan menyiapkan order di waktu yang sama," jelasnya.

Farida menambahkan dengan packing yang sama mampu bersaing dengan merek ternama. "Tapi kami diminta untuk menyerap produksi petani dan nelayan. Kita menciptakan warung yang bisa bersaing denga harga murah, sehingga dengan pandemi saat ini orang cenderung belanja di warung tetangga, untuk menghindari keramaian di swalayan," katanya. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.