Dark/Light Mode

Global Mediacom Rilis Obligasi Dan Sukuk Ijarah Rp 1 Triliun

Rabu, 19 Agustus 2020 18:47 WIB
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (kelima dari kiri) bersama salah satu investor dan pemegang saham PT Global Mediacom Tbk Lo Kheng Hong (keempat dari kiri) berfoto bersama (kiri ke kanan) Direktur Business Develoment PT Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya, Direktur Investment Banking PT MNC Sekuritas Wahyu B Sulistiy, Direktur PT Global Mediacom Tbk David Fernando Audy, Direktur PT Global Mediacom Tbk Indra Pudjiastuti Prastomiyono, Direktur PT Global Mediacom Tbk Ruby Panjaitan, Direktur PT Global Mediacom Tbk Christophorus Taufik Siswandi pada paparan publik Global Mediacom tentang penawaran obligasi dan sukuk senilai Rp1 triliun di Jakarta, Rabu (19/8). (Foto: ist)
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (kelima dari kiri) bersama salah satu investor dan pemegang saham PT Global Mediacom Tbk Lo Kheng Hong (keempat dari kiri) berfoto bersama (kiri ke kanan) Direktur Business Develoment PT Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya, Direktur Investment Banking PT MNC Sekuritas Wahyu B Sulistiy, Direktur PT Global Mediacom Tbk David Fernando Audy, Direktur PT Global Mediacom Tbk Indra Pudjiastuti Prastomiyono, Direktur PT Global Mediacom Tbk Ruby Panjaitan, Direktur PT Global Mediacom Tbk Christophorus Taufik Siswandi pada paparan publik Global Mediacom tentang penawaran obligasi dan sukuk senilai Rp1 triliun di Jakarta, Rabu (19/8). (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Global Mediacom Tbk. (BMTR) menerbitkan obligasi dan sukuk ijarah senilai total Rp 1 triliun untuk kebutuhan refinancing dan modal kerja.  

Induk perusahaan MNC Media tersebut melakukan penawaran umum berkelanjutan (PUB) II Global Mediacom Tahap I. "Target dana yang dihimpun senilai Rp 1 triliun," kata Corporate Secretary dan Head of Corporate Finance PT Global Mediacom Tbk Abuzzal Abusaeri pada paparan publik perseroan di Jakarta, Rabu (19/8).   

Emisi obligasi tahap I yang dirilis mencapai Rp700 miliar. Obligasi ditawarkan dalam tiga tenor, yakni 370 hari, 3 dan 5 tahun. Kupon obligasi berada pada rentang 9,75 persen-10,75 persen untuk tenor 370 hari, dan kisaran 10,25 persen-11,25 persen untuk 3 tahun.

Berita Terkait : Elnusa Terbitkan Sukuk Perdana Senilai Rp 700 M

"Adapun kupon 11,00 persen-12,00 persen untuk 5 tahun," papar Direktur Business Develoment PT Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya pada kesempatan yang sama. Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan, sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi.   

Saat bersamaan, Global Mediacom juga merilis Sukuk Ijarah Tahap I berkelanjutan dengan target penghimpunan dana Rp300 miliar. Sukuk Ijarah ditawarkan dalam tiga tenor, yakni 370 hari, 3 tahun dan 5 tahun. Cicilan imbalan ijarah dibayarkan setiap triwulan sesuai dengan tanggal pembayaran cicilan imbalan ijarah.  

Dalam rangka penerbitan Obligasi dan Sukuk ijarah ini, perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan atas efek hutang jangka panjang dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yakni idA dan idAsy.  

Berita Terkait : Perkuat Digitalisasi, Global Mediacom Kembangkan Aplikasi RCTI+

Bertindak selaku penjamin pelaksana emisi adalah PT BNI Sekuritas, PT MNC Sekuritas dan PT Sucor Sekuritas. Sedangkan, PT Bank Bukopin Tbk. bertindak selaku waliamanat.  

Masa penawaran awal obligasi dijadwalkan pada 19-27 Agustus 2020, tanggal efektif pada 31 Agustus 2020, masa penawaran umum 2-4 September 2020, penjatahan 7 September 2020, pencatatan pada PT Bursa Efek Indonesia pada 10 September 2020.   

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil PUB ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi Obligasi, akan dipergunakan untuk pelunasan sebagian (refinancing) pinjaman rupiah yang dimiliki oleh perseroan dan modal kerja.  

Baca Juga : Jumlah Kasus Baru di Jakarta Masih Di Atas 500

BMTR akan melunasi pinjaman obligasi dan sukuk ijarah perseroan tahun 2017 Tahap II dengan nilai fasilitas pinjaman yang akan jatuh tempo pada 19 September 2020 sebesar Rp 400 milliar, dan akan dilunasi menggunakan perolehan dana hasil Penawaran Umum obligasi dan sukuk ijarah ini sebanyak-banyaknya sebesar Rp 400 miliar, tidak ada pelunasan lebih awal. [DIT]