Dark/Light Mode

Jalan Panjang Untuk Menjadi Seorang Masinis KAI

Jumat, 9 Oktober 2020 14:17 WIB
Seorang masinis yang sedang bertugas (Foto: Dok. KAI)
Seorang masinis yang sedang bertugas (Foto: Dok. KAI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menjadi masinis bukanlah pekerjaan mudah. Seorang masinis bertugas mengantarkan ribuan penumpang kereta api sampai tempat tujuan dengan selamat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan standar dan kriteria ketat bagi seseorang yang ingin bisa “menyetir” kereta api.

Pertama, untuk menjadi seorang masinis, seseorang harus mengikuti rangkaian seleksi yang diadakan KAI. Di sini, pelamar harus mempersiapkan fisik dan mental, karena masinis merupakan profesi yang banyak diminati lulusan SMA di KAI. Pelamar harus bersaing dengan puluhan ribu orang dengan proses seleksi yang cukup ketat.

Kedua, setelah dinyatakan lolos dalam setiap tahapan seleksi dengan sistem gugur yang biasanya memakan waktu beberapa bulan, pelamar itu tidak lantas resmi menjadi masinis. Masih ada tahap selanjutnya yang harus dilalui. Pelamar itu mengikuti beberapa diklat dan serangkaian tes sampai akhirnya layak menjadi masinis KAI.

Berita Terkait : Disiplin Rendah, 198 Kecelakaan Terjadi di Perlintasan Kereta Api

Sama seperti pegawai lainnya di KAI, diklat pertama yang harus diikuti yaitu Basic Development Program, yang biasanya diadakan di markas militer. Calon masinis akan mendapatkan pengalaman berharga. Di sana dia akan dididik menjadi pribadi yang disiplin dan paham secara umum hal terkait perkeretaapian. Selanjutnya, seorang calon masinis harus mengikuti Pendidikan dan Pelatihan sebagai Awak Sarana Perkeretaapian tingkat pertama kurang lebih 2,5 bulan. 

Setelah menjalani Pendidikan dan Pelatihan sebagai Awak Sarana Tingkat Pertama dan dinyatakan lulus, calon masinis akan mendapatkan pelatihan terkait uji teknis pengoperasian sesuai dengan jenis sarana perkeretaapian dan uji pemahaman lintas. Selanjutnya, akan memulai praktik pengoperasian Lokomotif atau Kereta Rel Diesel (KRD) di bengkel perbaikan dan perawatan (Depo) KAI paling lama 1 bulan yang didampingi petugas perawatan sarana. Proses selanjutnya, calon masinis akan menjalankan praktik langsir menggunakan sarana berpenggerak non-listrik paling lama 2 bulan didampingi instruktur masinis.

Usai memahami dasar-dasar yang diajarkan di atas, calon masinis akan diikutkan pada perjalanan kereta api sebagai orang ketiga guna memahami lintas dan tugas-tugas sebagai asisten masinis, menggunakan sarana berpenggerak non-listrik paling lama 1 bulan didampingi instruktur masinis. Setelah menjalankan rangkaian diklat yang KAI berikan, tiba saatnya kamu melewati ujian sertifikasi Awak Sarana Perkeretaapian Tingkat Pertama yang diadakan Dirjen Perkeretaapian. Jika lulus, baru akan ditugaskan sebagai asisten masinis. 

Berita Terkait : KAI: Perubahan Logo Untuk Lanjutkan Transformasi

Tugas asisten masinis mendampingi masinis dalam menjalankan kereta api dan belajar bagaimana menjadi masinis yang andal. Setelah bertugas sebagai asisten masinis dengan jam kerja minimal 2.000 jam atau selama satu tahun, baru bisa menjadi masinis seutuhnya. 

Tahap lanjutan dari asisten masinis menjadi masinis sama halnya ketika menjadi asisten masinis. Proses dan waktu diklatnya pun kurang lebih sama. Namun, di akhir akan mendapatkan Uji Sertifikasi Awak Sarana Perkeretaapian Tingkat Muda dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian yang tentu ujian tersebut lebih menuntut kecakapan dan keandalan dalam mengemudikan kereta api. Jika lulus dalam rangkaian tes tersebut, kamu resmi ditugaskan sebagai masinis. Berdasarkan kecakapan, sertifikasi masinis terbagi menjadi tiga tingkatan yaitu Awak Sarana Perkeretaapian Tingkat Pertama, Awak Sarana Perkeretaapian Tingkat Muda, Awak Sarana Perkeretaapian Tingkat Madya.

Masinis merupakan profesi yang menuntut konsentrasi tinggi. Masinis harus fokus saat menjalankan kereta api karena ratusan nyawa pelanggan kereta api berada di pundaknya. Sebelum berdinas, KAI menerapkan aturan yang ketat terkait kesiapan awak kabin terutama masinis. Masinis diwajibkan mengisi daftar hadir, kemudian akan dites untuk melihat, membaca, memahami pengumuman dan instruksi. Tahap tersebut bukan sekedar formalitas, andai dinilai tak siap maka masinis akan diganti.
 Selanjutnya