Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Naik Tipis, Utang Luar Negeri RI Agustus Tembus Rp 6.087 Triliun
Kamis, 15 Oktober 2020 11:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Agustus 2020 tercatat sebesar 413,4 miliar dolar AS Rp 6.087,80 triliun. Jumlah tersebut naik 5,7 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
Angka ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 4,2 persen, Kenaikan utang ini dipengaruhi transaksi penarikan neto ULN, baik ULN Pemerintah maupun swasta.
ULN sebesar 413,4 miliar dolar AS ini terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) sebesar 203,0 miliar dolar AS atau Rp 2.988,96 triliun dan ULN sektor swasta termasuk BUMN sebesar 210,4 miliar dolar AS atau setara Rp 3.097,92 triliun.
"Selain itu, penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS juga berkontribusi pada peningkatan nilai ULN berdenominasi rupiah," jelas Direktur Eksekutif Informasi, Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangannya, Kamis (15/10).
Baca juga : Airlangga Pede Investasi RI Tembus Rp 900 Triliun
ULN Pemerintah pada Agustus 2020 tumbuh meningkat. Posisi ULN Pemerintah pada akhir Agustus 2020 tercatat sebesar 200,1 miliar dolar AS atau Rp 2.945,61 triliun. Jumlah ini tumbuh 3,4 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan Juli 2020 sebesar 2,3 persen.
"Perkembangan ini terutama didorong oleh penarikan sebagian komitmen pinjaman dari lembaga multilateral yang memberikan dukungan kepada Indonesia untuk menangani pandemi Covid-19 dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," katanya.
ULN Pemerintah dikelola secara terukur dan berhati-hati untuk mendukung belanja prioritas Pemerintah, yaitu sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,7 persen), sektor konstruksi (16,5 persen), sektor jasa pendidikan (16,5 persen), dan sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (11,8 persen), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (11,6 persen).
ULN swasta pada Agustus 2020 juga mengalami peningkatan. Pertumbuhan ULN swasta pada Agustus 2020 tercatat 7,9 persen meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada Juli 2020 sebesar 6,2 persen.
Baca juga : Duh, Cadangan Devisa Anjlok Rp 26,5 Triliun
BI juga merinci, perkembangan ini dipengaruhi pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) dan ULN lembaga keuangan (LK) masing-masing sebesar 10,3 persen yoy dan 0,4 persen yoy. "Sebagian besar penarikan ULN swasta pada Agustus 2020 digunakan untuk membiayai kegiatan investasi perusahaan," imbuhnya.
Beberapa sektor dengan pangsa ULN terbesar, yakni mencapai 77,5 persen dari total ULN swasta, adalah sektor jasa keuangan & asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin (LGA), sektor pertambangan dan penggalian, dan sektor industri pengolahan. "Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya," tegasnya.
Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Agustus 2020 sebesar 38,5 persen, relatif stabil dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 38,2 persen.
Struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 89 persen dari total ULN. Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
Baca juga : Warganya Hilang, Pengadilan AS Denda Iran Rp 20 Triliun
"Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian," ujarnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya