Dark/Light Mode

UU Cipta Kerja Mudahkan Investor

Airlangga Pede Investasi RI Tembus Rp 900 Triliun

Rabu, 14 Oktober 2020 05:15 WIB
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah optimistis investasi di Indonesia bakal bergairah dengan adanya Undang-Undang (UU) Cipta Kerja disahkan. Hal itu diyakini akan membuka banyak lapangan kerja.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menargetkan, investasi masuk ke Indonesia mencapai sekitar Rp 800 triliun-Rp 900 triliun per tahun. 

“Dengan investasi sebesar itu, diharapkan Indonesia akan mengalami pertumbuhan hingga 5,5 persen pada 2021,” kata Airlangga melalui video virtual, di Jakarta, kemarin. 

Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5,5 persen, lanjut Airlangga, dibutuhkan terobosan aturan untuk memudahkan investor menanamkan modalnya. Dan, sebagai upaya memudahkan investor itu, terfasilitasi di UU Cipta Kerja. 

Berita Terkait : Bangun Perumahan Di Bogor, Summarecon Investasi Rp 20 Triliun

Ketua Umum Partai Golkar itu memperkirakan, dengan pertumbuhan ekonomi sampai dengan 5,5 persen, akan membuka ketersediaan lapangan pekerjaan mencapai 500.000 orang. 

Namun demikan, Airlangga menekankan, semua target itu bisa terwujud bila masalah pandemi Corona bisa diatasi. 

“Salah satunya bagaimana vaksin bisa diperoleh dan dilakukan imunisasi secara bertahap. Hal itu agar mobilitas masyarakat bisa kembali berjalan aman dari Covid-19. Itu prasyarat utama,” ujar Airlangga. 

Airlangga menambahkan, untuk mendorong kinerja investasi, saat ini pemerintah sedang menunggu pandemi Covid-19 mereda. Sebab, pandemi ini membuat 215 negara di dunia mengalami kontraksi ekonomi. 

Berita Terkait : 12 Perusahaan Siap Investasi Di Indonesia, Nilainya Capai Rp 1.048 Triliun

“Jadi kalau bicara investasi, kita masih menunggu dari situasi demand side. Di mana saat ini 215 negara mengalami kontraksi ekonomi,” jelasnya. 

Pada kesempatan ini, Airlangga meluruskan isu yang menyebutkan keberadaan UU Cipta Kerja akan semakin mempermudah pengusaha atau perusahaan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). 

“Pengusaha tidak bisa seenaknya melakukan PHK. Itu langkah terakhir, jika perusahaan bangkrut,” tandasnya. 

Sementara, Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rizal Calvary Marimbo meyakinkan UU Cipta Kerja bisa menahan ledakan pengangguran. 

Baca Juga : Maluku, Aceh, Riau, Sulbar, Gorontalo, Diacungi Jempol

“Seiring meningkatnya jumlah angkatan kerja, ledakan pengangguran di depan mata. Kita tidak butuh banyak teori-teori dan khayalan-khalayan lagi. UndangUndang Cipta Kerja solusi konkret ke depan,” ujarnya. 

Rizal mengatakan, pengangguran eksisting saat ini mencapai 6,9 juta orang, sebanyak 3,5 juta orang sudah dirumahkan akibat Covid -19. 

Tak hanya itu, terdapat 3 juta angkatan kerja baru setiap tahunnya. 

“Kalau ditotal lebih dari 10 juta orang butuh kerja. Termasuk adik-adik mahasiswa yang demo. Di depan fakta itu butuh tindakan nyata dan semua diatur di Cipta Kerja ini,” ujar Rizal. [NOV]