Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sinergi PGN Dan Kebijakan Pemerintah, Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional
Rabu, 21 Oktober 2020 13:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berkomitmen melaksanakan optimalisasi utilisasi gas bumi guna membantu pemerintah, dalam upaya pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19.
Salah satu upaya yang dilakukan yaitu melalui realisasi harga gas bumi senilai 6 dolar AS per MMBTU, untuk mendukung daya saing industri sesuai dengan Kepmen ESDM 89K/2020.
Direktur Komersial PGN Faris Aziz, mengungkapkan, implementasi harga gas bumi 6 dolar AS per MMBTU pada tujuh sektor industri tertentu, telah memasuki tahap akhir dan telah memperlihatkan dampak positif secara nyata.
Baca juga : Standarisasi Pasar Tani Dukung Petani Naik Kelas
Hal ini ditunjukkan dari peningkatan penyerapan gas bumi pada setiap sektor, dan pertumbuhan produksi industri.
Penyerapan gas bumi PGN di tujuh sektor industri tertentu, menunjukkan tren naik dari Agustus 2020 sebesar 219 BBTUD meningkat menjadi 230 BBTUD pada September 2020.
“Dengan peningkatan produktivitas industri, maka sinergi PGN dengan kebijakan pemerintah untuk pemulihan ekonomi sudah mulai terlihat. Mulai Semester II, pelanggan semua sektor industri Kepmen ESDM 89K mulai menggeliat kembali," ujar Faris, Selasa (20/10).
Baca juga : Iran Akui 2 Lembaga Pemerintahnya Dihajar Serangan Siber
"Ini sejalan dengan pernyataan dari pemerintah, di mana ekonomi Indonesia mulai kembali bangkit pada September lalu, yang ditunjukkan melalui berbagai indikator ekonomi dan keuangan,” imbuhnya.
Dikutip dari pernyataan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, ada sinyal recovery di bulan September, yang menjadi tanda positif bagi pemulihan ekonomi industri.
Selain itu, ekspor pada bulan September, salah satunya juga didorong oleh pertumbuhan migas sebesar 17,4 persen.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya