Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Program B50 Dinilai Perkuat Swasembada Energi dan Tekan Impor BBM
- S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Investor Tetap Kuat
- Igor Tolic Ungkap Alasan Pilih Gabriel Mutombo Jadi Benteng Baru Persib
- Resmi, Lilipaly Berseragam Semen Padang FC
- Piala AFF 2026, Marc Klok Bidik Prestasi Bersama Timnas Indonesia
Iran Akui 2 Lembaga Pemerintahnya Dihajar Serangan Siber
Jumat, 16 Oktober 2020 17:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Iran mengaku mendapatkan serangan siber. Tak tanggung-tanggung, serangannya berskala besar. Targetnya, dua lembaga Pemerintah Iran pekan ini. Namun tak disebutkan secara rinci lembaga dimaksud.
Akibat serangan itu, beberapa badan pemerintah Iran menutup sementara layanan internet. Itu dilakukan sebagai tindakan pencegahan serangan lanjutan.
Baca juga : Pemerintah 3T, Masyarakat 3M
Hingga saat ini, belum diketahui siapa pelaku serangan tersebut. Abolghasem Sadeghi, dari Organisasi Teknologi Informasi Pemerintah Iran mengatakan, serangan siber itu terjadi pada Senin dan Selasa pekan ini. "Yang mereka serang adalah arget penting dan dalam skala besar," ujar Sadeghi, dikutip kantor berita Reuters.
Saat ini, Iran menyatakan, negaranya dalam kondisi bersiaga penuh menghadapi serangan. Sebelumnya, Iran menuding Amerika Serikat (AS) dan negara asing lainnya atas beberapa serangan sejenis.
Baca juga : Terawan Hingga Suharso Kampanye Pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun
Pada Oktober 2019, sejumlah pejabat AS memang mengakui, AS telah melakukan serangan siber terhadap Iran. Hal itu sebagai balasan, setelah AS dan Arab Saudi menuduh Iran melakukan serangan terhadap pesawat tak berawak milik AS di fasilitas minyak Arab Saudi. Namun Iran membantah terlibat dalam serangan tersebut. Meski gerakan pemberontak Houthi di Yaman, yang juga didukung Iran, akhirnya mengakui merekalah yang melakukannya.
AS dan beberapa Barat lainnya juga menuduh Iran berusaha mengganggu dan membobol jaringan mereka. Sebuah sumber mengatakan kepada Reuters pada April lalu, hacker yang bekerja untuk kepentingan Iran telah menargetkan akun email pribadi staf di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) selama wabah virus Corona. Tapi, Iran lagi-lagi membantah terlibat.
Baca juga : Petahana Dicoret KPU Ogan Ilir
Ketegangan antara Iran dan AS kian meningkat sejak 2018, ketika Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran 2015. AS kemudian menerapkan kembali sanksi yang telah melumpuhkan ekonomi Iran. [PYB]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya