Dark/Light Mode

Bos Kadin: UU Cipta Kerja Reformasi Struktural Terbesar Pemerintah

Selasa, 27 Oktober 2020 20:17 WIB
Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani. (Foto: ist)
Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai pemerintah bersama DPR mencatatkan sejarah dengan mengesahkan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja.

Menurut Ketua Kadin, Rosan P Roeslani, Omnibus Law sebagai reformasi struktural terbesar yang pernah ada di Indonesia. Untuk itu Kadin mengapresiasi kinerja semua pihak yang terlibat.

Berita Terkait : 1 November, KSPI Mau Demo Lagi

Rosan menilai, Omnibus Law mampu membawa perubahan dan angin segar bagi sejumlah industri yang saat ini terkontraksi akibat pandemi Covid-19.

"Dampaknya sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi ke depannya," kata Rosan, Selasa (27/10).

Berita Terkait : UU Cipta Kerja Mudahkan Pengembangan UMKM

Omnibus Law dapat memberikan fasilitas berupa penyediaan lapangan pekerjaan baru melalui investasi dalam negeri dan luar negeri. Selain itu, tambahnya, Omnibus Law juga diyakini bisa meningkatkan ekonomi dan peran buruh. 

Dengan begitu, peran buruh mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkesinambungan, berkelanjutan, dan berkualitas. Akan tetapi, Rosan mendorong pemerintah untuk mensosialisasikan dan mengedukasi ihwal Omnibus Law, sehingga bisa dipahami masyarakat. 

Berita Terkait : Bos BKPM: UU Ciptaker Bisa Serap Jutaan Tenaga Kerja

"Banyak hal positif dari Undang-Undang Ciptaker, baik berupa penyederhanaan perizinan, dan memang Undang-Undang ini memuat hampir 79 undang-undang dan lebih dari 1.300 pasal," ungkapnya. [UMM]