Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gerak Cepat, Waskita Karya Salurkan Ribuan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
- Juventus Menang Tipis di Pekan Pertama Serie A 2026/27
- Ibrahima Konate Ingin Buktikan Diri Di Real Madrid
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
RM.id Rakyat Merdeka - Pengamat politik, Harits Hijrah Wicaksana mengatakan, Undang-Undang Cipta Kerja akan mempermudah investor menanamkan modal usaha di Indonesia. Sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan.
"Kebijakan UU Ciptaker bertujuan memberikan kemudahan perizinan bagi investor," kata Harits, Kamis (22/10).
Baca juga : Nasdem: UU Ciptaker Bukan Untuk Hapus Kewenangan Daerah
Selama ini proses perizinan sangat menghambat para investor lantaran harus bertabrakan dengan ribuan UU. Terjadilah tumpah tindih regulasi. Pengurusan perizinan usaha yang sangat panjang, lanjut Harits, juga akan memicu pengeluaran biaya yang cukup besar. Potensinya akan terjadi korupsi dan pungutan liar.
"UU Ciptaker ini menyederhanakan dan untuk mempermudah proses perizinan agar investor membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Kami mengapresiasi UU Ciptaker karena bisa membangkitkan ekonomi, menguntungkan pekerja juga tidak merugikan pengusaha," ujar Harits.
Baca juga : Jokowi Happy Lihat Hasil Kerja Mantan Mentan
Tak hanya mengakomodir kepentingan buruh dan pengusah, UU Ciptaker juga dinilai positif. Pasalnya mampu melindungi kepentingan masyarakat dalam mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
"Pembinaan UMKM akan dikedepankan. Pemberdayaan dan pendataan UMKM akan dilakukan tersentralistik, sehingga bantuan dari pemerintah sangat tetap sasaran," kata Harits. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya