Dark/Light Mode

KPK Inggris Selidiki Suap Pesawat Bombardier, Ini Kata Bos Garuda

Jumat, 6 November 2020 15:18 WIB
Pesawat Garuda Indonesia. (Foto: ist)
Pesawat Garuda Indonesia. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lembaga pemberantasan korupsi Inggris Serius Fraud Office (SFO) mengendus adanya dugaan korupsi yang melibatkan perusahaan Bombardier dan Garuda Indonesia. SFO akam menggelar investigasi terkait dugaan kasus suap kontrak penjualan pesawat Bombardier pada maskapai Garuda Indonesia. 

Penyelidikan dimulai, Kamis (5/11). Investigasi dilakukan setelah pengadilan Indonesia menjatuhkan sanksi pidana terhadap mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, Mei 2020 lalu. Emirsyah terbukti terlibat kasus suap pengadaan pesawat dan manufaktur yang melibatkan perusahaan Airbus dan Rolls Royce.

Baca juga : Erick Dukung KPK Inggris Garap Kasus Pengadaan Pesawat Bombardier Garuda

Bagaimana tanggapan Garuda Indonesia? Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menghormati, proses hukum yang berjalan. Menurutnya, Garuda Indonesia juga secara aktif akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak berwenang guna memastikan dukungan penuh perusahaan atas upaya penegakan hukum kasus tersebut.

"Dukungan Garuda Indonesia terhadap upaya penegakan hukum ini selaras dengan mandat yang diberikan Pemerintah kepada kami untuk terus memperkuat implementasi Good Corporate Governance pada seluruh aktivitas bisnis perusahaan," katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/11).

Baca juga : KPPI Mulai Selidiki Lonjakan Jumlah Impor Barang Kertas Sigaret

Irfan berharap melalui komitmen ini Garuda Indonesia dapat secara konsisten menjaga lingkungan bisnis yang bersih dan transparan secara berkelanjutan selaras dengan visi transformasi BUMN.

Sebelumnya, Bombardier diketahui telah menjual 6 jet regional CRJ1000 kepada Garuda di tahun 2012 sekaligus menyewakan sejumlah jet serupa. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.