Dark/Light Mode

Bangun Pusat Data dan Ekosistem Digital

Menteri Erick Bidik Pembiayaan UMKM

Minggu, 15 November 2020 07:27 WIB
Menteri BUMN, Erick Thohir
Menteri BUMN, Erick Thohir

RM.id  Rakyat Merdeka - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyambut baik rencana pemerintah membentuk pusat data dan ekosistem digital. Langkah itu diyakini bisa membantu pelaku UMKM naik kelas.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan, pemerintah perlu segera merealisasikan rencana membangun pusat data dan ekosistem digital. 

“Hal itu diperlukan sebagai pintu masuk pemberdayaan dan mendorong pelaku usaha dapat naik kelas,” ungkap Erick,di Jakarta, belum lama ini. 

Dia menegaskan, Kementerian BUMN berkomitmen, mendukung pelaku ultra mikro dan UMKM melalui tiga aspek utama. Yaitu, infrastruktur, pendanaan, dan akses pasar. 

Khusus terkait pendanaan, lanjut Erick, pihak akan terus meningkatkan aksesnya melalui sinergi antar BUMN. 

Baca juga : Asuransi Kesehatan Digital Sasar Generasi Millennials

Terutama sinergi antara Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), bersama PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM di pembiayaan sektor usaha mikro (Umi). 

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengapresiasi langkah pemerintah itu. 

Menurutnya, pusat data UMKM merupakan terobosan yang sangat dibutuhkan pelaku usaha. 

“Ini bisa membantu kebutuhan dan menyelesaikan persoalanpersoalan yang dihadapi UMKM, terutama dalam menumbuh kembangkan usahanya,” jelasnya kepada Rakyat Merdeka. 

Dia melihat, UMKM selama ini sulit untuk naik kelas karena kebanyakan bisnis mereka stagnan. 

Baca juga : 232 Pelaku Usaha Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Dapat Bantuan Insentif Pemerintah

Akhirnya, mereka menjalankan usaha hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan perut saja. 

Selain itu, mereka tidak berkembang karena akses terbatas, seperti pembiayaan dan akses pasar. 

“Itu terjadi karena tidak ada pusat data. Jadinya, mereka mendapatkan akses pembiayaan seringkali, dia lagi, dia lagi. Akses pasar juga begitu, seringkali hanya dikuasai satu jaringan konglomerasi besar,” imbuhnya. 

Enny menilai, program subsidi bunga bukan berarti UMKM akan mudah mencapai kesuksesan. 

“Kalau bisa berproduksi, tapi kalau pasar terbatas, ya KO (knock out) juga. Tidak bisa berkembang. Ini yang harus dilakukan perubahan ke depannya,” ucap Enny. 

Baca juga : Menteri ESDM Luncurkan SPBKLU

Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), M Ikhsan Ingratubun juga menyambut gembira rencana pemerintah. Dia berpendapat, integrasi data UMKM yang solid, akan memudahkan pelaku usaha mendapatkan insentif serta kemudahan lainnya mulai dari pendanaan, pelatihan, hingga prioritas usaha. 

“Selama ini yang dialami pelaku UMKM, terutama yang di daerah, adalah sulit mengakses pembiayaan. Kalau sudah ada data UMKM yang terintegrasi dengan ekosistem digital, pemerintah tentu akan lebih gampang menzonasi atau membagi kategorinya,” terangnya. 

Pada kesempatan ini, Ikhsan juga menyambut baik langkah perusahaan BUMN, yang telah mengalokasikan belanjanya ke produk UMKM. Hal ini langkah nyata pemerintah mendorong UMKM naik kelas. 

Terlebih dalam program Pasar Digital (PaDi) UMKM yang menggandeng BUMN, setidaknya bisa membantu UMKM bisa tumbuh, terutama di tengah badai pandemi Covid-19 ini. 

“Cuma satu saya soroti. Sampai sejauh ini baru ada 9 BUMN yang komit. Semoga tahun depan bisa bertambah jumlahnya,” pungkasnya. [DWI]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.