Dark/Light Mode

Ini Trik Jitu PT Angkasa Pura II Rajai Pasar Operator Penerbangan Di ASEAN

Kamis, 19 Nopember 2020 21:29 WIB
Heliport di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (Foto: Humas AP II)
Heliport di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (Foto: Humas AP II)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Angkasa Pura II (Persero) menetapkan program transformasi, untuk menjadi pemimpin pasar operator penerbangan di ASEAN.

Program transformasi ini telah dirintis sejak empat tahun lalu, melalui Transformation 1.0 (2016 – 2020) dan Transformation 2.0 (2020 – 2024).

Berita Terkait : Minat Terbang Naik, Kapasitas Kursi Penerbangan Di Bandara Soekarno-Hatta Terbanyak Di Dunia

Di setiap tahapan transformasi itu, perseroan secara komprehensif, konsisten dan mengutamakan keberlanjutan, melakukan pengembangan pada 3 aspek yakni bisnis dan portofolio usaha (Business & Portfolio), infrastruktur dan sistem operasi (Infrastructure & Operation System), dan pada sumber daya manusia (Human Capital).

Pada Transformation 1.0, fokus pengembangan Business & Portfolio adalah meningkatkan kontribusi pendapatan bisnis nonaeronautika, agar bisa lebih besar dibanding pendapatan bisnis aeronautika, seperti yang dilakukan operator bandara dunia lainnya.

Berita Terkait : Pergerakan Penumpang Di Bandara Angkasa Pura II Tembus Angka Psikologis 30,04 Juta Orang

Terkait hal ini, President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, dalam rangka meningkatkan pendapatan bisnis nonaeronautika pada 2016 – 2020, pihaknya telah mengejar bisnis baru melalui anak usaha.

“Pada 2016, kami membentuk anak usaha PT Angkasa Pura Kargo dan PT Angkasa Pura Propertindo. Keduanya menyusul anak usaha yang sudah terlebih dahulu ada, yaitu PT Angkasa Pura Solusi," ujar Awaluddin.

Berita Terkait : Angkasa Pura II Optimis, Holding BUMN Pariwisata Bisa Bikin Industri Rebound

Kemudian, pada 2019,  PT Angkasa Pura Aviasi didirikan untuk menjadi strategic purpose vehicle untuk program kemitraan strategis, dengan global airport operator antara lain di Bandara Kualanamu.

"Pada tahun yang sama pula, kami meningkatkan kepemilikan saham untuk menjadi pemegang saham pengendali (46,62 persen) di perusahaan ground handling PT Gapura Angkasa,” papar Awaluddin.
 Selanjutnya