Dark/Light Mode

Akan Gelar Pertemuan Di Tanah Air

RI Dan UEA Perkuat Kerja Sama Ekonomi

Senin, 14 Desember 2020 11:00 WIB
Duta Besar (Dubes) RI untuk UEA, Husin Bagis. (Foto: Christopher Pike/The National)
Duta Besar (Dubes) RI untuk UEA, Husin Bagis. (Foto: Christopher Pike/The National)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia dan Uni Arab Emirat (UEA) akan meresmikan sejumlah kerja sama bisnis, khususnya di bidang ekonomi dan investasi. Kerja sama itu dilakukan sebagai bentuk upaya pemulihan ekonomi di kedua negara akibat pandemi Covid-19.

Peresmian kerja tersebut akan digelar pada Indonesia–United Arab Emirates Week atau Pekan Indonesia-UEA, di Indonesia pada tanggal 15-21 Desember 2020.

Duta Besar (Dubes) RI untuk UEA Husin Bagis mengatakan, KBRI Abu Dhabi didukung oleh Kedutaan Besar UEA di Jakarta dan Kementerian/Lembaga Pemerintah terkait akan menggelar kegiatan pertemuan dan seremoni peresmian berbagai kerja sama kedua negara, khususnya di bidang ekonomi dan investasi. Menurutnya, kerja sama ini buah hasil KBRI Abu Dhabi dalam mendorong peningkatan kerja sama.

Husin mengatakan, terjalinnya kerja sama kedua negara tidak lepas dari hubungan baik kedua pemimpin negara.

Berita Terkait : Jakarta Dan Abu Dhabi Genjot Kerja Sama Ekonomi Lewat Indonesia – UAE Week

“Ini merupakan golden periode bagi diplomasi ekonomi antara kedua negara,” katanya seperti dikutip dari siaran pers, kemarin.

Mantan Atase Perdagangan KBRI Kairo, Tokyo, dan Dubai tersebut berharap, kerja sama ekonomi yang erat antara Indonesia dan UEA akan mendatangkan manfaat yang saling menguntungkan bagi ekonomi kedua negara.

“UEA secara populasi dan luas wilayah tergolong menengah, namun secara ekonomi sangat berpengaruh bagi Timur Tengah,” tambahnya.

Sejumlah rangkaian kegiatan yang akan digelar di Pekan Indonesia-UEA antara lain pembukaan Kantor Cabang First Abu Dhabi Bank (FAB) di Jakarta dan penandatanganan Nota Kesepahaman (antara Binawan dan National Ambulance UEA.

Berita Terkait : Pulihkan Ekonomi, BNI dan PNM Kerja Sama Salurkan Kredit UMKM

Selain itu, penandatanganan Kontrak Pelaksanaan Pilot Test Emirates Global Alumunium (EGA) dengan PT Inalum (Persero), peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata 145 megawatt antara PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) dan Masdar. Kemudian, penandatanganan Kontrak Perjanjian Sewa Lahan Balitsa Lembang antara Balitbang Kementerian Pertanian RI dengan Elite Agro Group, penandatanganan Joint Venture Development Agreement (JVDA) kawasan industri dan pelabuhan antara Maspion Group dan DP World. Dan, peresmian kerja sama Lulu Hypermarket Indonesia dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia juga akan dilaksanakan dalam acara tersebut.

Sejumlah delegasi UEA yang hadir terdiri dari beberapa perusahaan dari berbagai sektor, seperti pertanian, perbankan, energi terbarukan, industri pompa, properti, pembangkit listrik, dan ritel. Dua di antaranya yaitu A Abu Dhabi Developmental Holding Company (ADQ) dan Silverpumps.

Dari sisi investasi, UEA telah menyumbang 259 juta dolar AS dalam lima tahun terakhir. Angka ini masih jauh dibandingkan dengan potensi dan total realisasi investasi yang masuk ke Indonesia dalam kurun waktu yang sama, yang mencapai 169 miliar dolar AS.

Nilai investasi UEA terdiri dari 338 proyek investasi dan menyerap kurang lebih 9.900 tenaga kerja.

Berita Terkait : Menkeu: UU Cipta Kerja Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi

Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir telah menyelesaikan tugas untuk melakukan penjajakan kerja sama investasi dan ekonomi dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi.

Kedua menteri melakukan kunjungan kerja ke dua negara di Timur Tengah itu pada 7 sampai 8 Desember lalu, di mana mereka bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed Bin Zayed Al Nahyan serta Menteri Investasi dan Menteri Keuangan Arab Saudi. [NOV]