Dark/Light Mode

BI Masih Optimis, Bank Dunia Suram

Minggu, 27 Desember 2020 06:03 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia. (Foto : Istimewa).
Ilustrasi Bank Indonesia. (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Proyeksi Bank Indone­sia (BI) terkait pertumbuhan Ekonomi RI 2021 tak sesuram Bank Dunia (World Bank).

BI masih optimis, pertum­buhan ekonomi tahun depan bisa tembus di kisaran 4,8 hingga 5,8 persen.

Sementara Bank Dunia memperkirakan pertum­buhan ekonomi Indonesia 2021 hanya positif di angka 3,1 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut, optimisme ini merujuk pada perbaikan pertum­buhan ekonomi domestik.

Berita Terkait : BI Dan Bank Of Thailand Perkuat Kerja Sama Penggunaan Mata Uang Lokal

Pihaknya memperkirakan pertumbuhan ini akan terus ber­langsung secara bertahap dan meningkat pada tahun 2021.

“Perkembangan tersebut terindikasi pada berlanjutnya kinerja positif sejumlah in­dikator di November 2020,” ujar Perry.

Perry menyebut, ada tiga hal yang membuatnya begitu yakin atas prediksi itu. Per­tama, sumber PDB (Produk Domestik Bruto) akan se­makin baik di tahun depan.

Salah satunya adalah ki­nerja ekspor yang baik di ujung tahun ini dan tahun depan yang semakin baik. Kondisi ini didukung oleh pertumbuhan global yang akan baik.

Berita Terkait : Ekonomi Global Mulai Pulih, BI Tahan Bunga Di Level 3,75 Persen

“2021 PDB global kami perkirakan 5 persen. Jauh lebih baik dari tahun ini yang -3,8 persen,” katanya.

Yang kedua, kata Perry, program vaksinasi Corona. Diyakini bisa mengembali­kan mobilitas manusia. Dengan begitu, aktivitas ekonomi akan kembali pulih.

Vaksinasi ini istilah kami prasyarat dalam mendukung pe­mulihan ekonomi. BI juga ber­partisipasi dalam pembiayaan vaksinasi melalui mekanisme burden sharing,” jelasnya.

Faktor ketiga, sinergi ke­bijakan antara pemerintah, BI, Otoritas Jasa keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), perbankan dan dunia usaha.

Berita Terkait : Tok! Hery Gunardi Ditunjuk Jadi Dirut Bank Syariah Indonesia

“Sumber PDB, vaksi­nasi dan sinergi kebijakan nasional ini mendukung optimisme kami ekonomi di 2021 bisa pulih dengan tetap jaga stabilitas makro ekonomi,” tutupnya.

Seperti diketahui, Country Director Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Satu Kahkonen mengata­kan, pertumbuhan ekonomi Indonesia mungkin hanya 3,1 persen pada tahun 2021 dan 3,8 persen pada tahun 2022.

Prediksi ini di bawah ske­nario awal di kisaran 4-5 persen. Menurutnya, predik­si ini bisa menurun akibat diperketatnya pembatasan mobilitas di Indonesia.

“Juga dipengaruhi me­lemahnya pertumbuhan dan harga-harga komoditas di tingkat global, serta kece­patan pemulihan yang tidak merata di semua sektor,” kata Kahkonen. [NOV]