Dewan Pers

Dark/Light Mode

Vaksin Gratis Vs Bayar Sendiri

Selasa, 15 Desember 2020 05:23 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN

RM.id  Rakyat Merdeka - Lagi ramai: kenapa beberapa negara menggratiskan vaksin untuk rakyatnya, sedangkan Indonesia tidak.

Mesir dan India saja mampu, masa Indonesia tidak? Begitu rangkaian pertanyaan tersebut. Amerika Serikat, Kanada, Maroko, Bahrain, Arab Saudi, Jepang, Prancis, Portugal dan Belgia, juga menggratiskan vaksin Covid-19.

Berita Terkait : Awalnya, Akhirnya...

Kenapa kebijakannya bisa beda? Karena kondisi keuangan tiap negara memang tidak sama. Tapi, pembandingan tak bisa dihindari, karena, antara lain, di tengah pandemi masih ada menteri yang sanggup melakukan korupsi. Ini berdampak kemana-mana.

Kalau tidak dikorup, uang negara bisa dioptimalkan penggunaannya. Misalnya, untuk vaksin gratis. Paling tidak, persentase yang gratis dan mandiri bisa berimbang, 50:50.

Berita Terkait : Kepala Daerah Hati-Hatilah!

Kelompok yang tidak keberatan dengan vaksin berbayar, beralasan: masa’ untuk libur ke Bali mampu dan mau bayar rapid test, sedangkan vaksin tidak. Atau, beli rokok mampu, vaksin tidak mampu.

Kalau bayar sendiri, bisa memilih vaksin mana yang cocok, bisa memilih kapan dan dimana melakukan vaksinasi. Daripada menunggu setahun dua tahun, lebih baik bayar vaksin sendiri. Bisa lebih cepat dan yakin.

Berita Terkait : Korupsi Karena Pede Dan Terkecoh

Indonesia menargetkan vaksinasi Covid-19 kepada 107 juta orang. Usianya, 18-59 tahun. Dari 107 juta orang tersebut, hanya 30 persen yang dibiayai pemerintah. Alias gratis. Sisanya, 70 persen, bayar sendiri. Karena, anggaran negara sedang cekak. Perlu gotong royong. Bantu membantu.
 Selanjutnya