Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bursa Mensos, Risma Banyak Saingannya

Sabtu, 19 Desember 2020 07:07 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Foto: ist)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Peluang Tri Rismaharini menduduki kursi Menteri Sosial (Mensos) terancam tidak akan mulus. Soalnya, di internal PDIP sendiri, banyak kader banteng yang juga dijagokan masuk bursa Mensos. Merebut kursi bekas Juliari Batubara, Risma makin banyak saingannya nih.

Wali Kota Surabaya ini, sebelumnya menjadi kader PDIP yang paling dijagokan menjadi Mensos. Saingan Risma, sejumlah pengurus DPP PDIP yang juga anggota DPR, seperti Achmad Basarah, Syukur Nababan hingga Ericko Sotarduga.

Yang terbaru, muncul 1 lagi kader PDIP yang ikut dijagokan menjadi Mensos. Dia adalah Wali Kota Solo, FX Rudyatmo. Dibanding kader Banteng lainnya, Rudy dianggap bakal menjadi saingan berat Risma merebut kursi Mensos.

Untuk diketahui, Rudy merupakan wakil Jokowi saat masih menjabat sebagai Wali Kota Solo. Sehingga antara Jokowi dan Rudy sudah memiliki chemistry yang terbangun sejak lama.

Selain itu, Rudy juga ikut berperan dalam mengantar putra Jokowi, Gibran Rakabuming menjadi pemenang Pilkada Kota Solo. Status Rudy sebagai Ketua DPC PDIP Solo dianggap sukses menguatkan soliditas kader Banteng di Solo untuk memenangkan Gibran.

Berita Terkait : Risma Banyak Takutnya

Masuknya Rudy dalam bursa Mensos pertama diungkapkan akun Twitter @gus_dibyo, kemarin. “Dapat kabar Walikota Solo Pak Rudi ditelpon dari Istana. Ditawari Jadi Mensos ya pak ? Saya mendukung! Kader asli, tegas dan yang jelas bersih dari korupsi,” cuitnya.

Postingan tersebut banyak dikomentari warga dunia maya. Banyak yang mem­ berikan dukungan, bila FX Rudi benar­ benar dipilih Jokowi sebagai Mensos.

Apa tanggapan Rudy? Rudy mem­bantah kabar tersebut. Dia mengaku, hingga saat ini tidak ada telepon dari Istana. Termasuk telepon dari Presi­den Jokowi yang merupakan kawan lamanya saat menahkodai Kota Solo. “Itu kan kabare Twitter to, yang telepon saya belum kok. Nggak ada telpon. Ndak ada yang menelepon saya,” ujar Rudy di Solo, kemarin. 

Meskipun punya kedekatan dengan Presiden, Rudy mengaku jalan menuju Mensos itu tak mudah. Selain dirinya, banyak kader PDIP yang dianggapnya pantas untuk menempati posisi tersebut. “Wah itu pertimbangannya masih pan­jang. Pertimbangannya masih panjang itu, antara siap dan tidak to,” katanya. 

Meskipun membantah rumor tersebut, ternyata kemarin Rudy sudah terbang ke Jakarta. Namun Rudy mengaku, kedatangannya ke Jakarta bukan untuk ke Istana Negara bertemu Presiden. Dia akan menerima Innovative Government Award dari Kementerian Dalam Negeri. Selain itu, Rudy juga menemui Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian un­tuk mengurus kekosongan jabatan eselon 2 dan 3 di jajaran Pemerintah Kota Solo.

Berita Terkait : Liverpool Vs Tottenham, Rebutan Singgasana

Ia menegaskan, tidak ada agenda lain dalam kunjungannya ke Jakarta itu. “Saya ke Mendagri langsung pulang. Enggak ada acara lain kecuali ke Men­dagri,” tandasnya.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai, jalan Rudy lebih mulus ketimbang Risma. Alasannya, sejarah. Sehingga chemistry Jokowi dengan Rudy lebih dapat ketimbang Risma. Selain juga ada indikator penting yang rasa­-rasanya, Jo­kowi memilih kawan lamanya di Solo.

“Lagipula salah satu kelebihan Pak Rudy dengan Bu Risma, Pak Rudy itu nggak seneng nyari panggung. Sementara Bu Risma kan senengnya nyari panggung,” ulas pria yang akrab disapa Hensat saat dihubungi Rakyat Merdeka, tadi malam.

Pendapat lain disampaikan Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari. Dia menyebut, faktor suku akan menjadi poin penting bagi Presiden mencari pengganti Mensos. Yang me­nguat adalah, politisi DPP PDIP yang berasal dari Sumater Utara seperti latar belakang Juliari, Mensos sebelumnya.

Di DPP PDIP, ada dua nama yang punya latar belakang yang sama dengan Juliari. Yakni Syukur Nababan dan Ericko Sotarduga, dua pengurus DPP PDIP yang berdarah Sumut.

Berita Terkait : Agnes Mo, Bikin Patah Hati Banyak Lelaki

Ketua DPP PDIP, Ahmad Basarah menyerahkan, calon Mensos pada Megawati Soekarno Putri. Sementara wewenang pengangkatannya, ada di tangan Jokowi. Siapa yang akan diusung Mega, Basarah mengklaim, PDIP tidak kekurangan stok kader mumpuni untuk menjadi Mensos.

Wakil Ketua MPR ini lantas menye­but sejumlah nama seperti Djarot Syai­ful Hidayat, Ericko Sotarduga Sitorus, Sukur Nababan, dan Komarudin Wa­tubun. “Mereka ini punya nilai sebagai figur yang potensial menjadi Mensos,” pungkasnya. [MEN]