Dark/Light Mode

Pertamina Dampingi Hingga Naik Kelas

Begini Cerita Sukses UMKM Binaan, Berbisnis Pisang Kipas dengan Bright Gas

Rabu, 30 Desember 2020 20:53 WIB
Pertamina Dampingi Hingga Naik Kelas Begini Cerita Sukses UMKM Binaan, Berbisnis Pisang Kipas dengan Bright Gas

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah situasi pandemi Covid-19, PT Pertamina (Persero) terus melakukan pembinaan secara masif kepada UMKM binaan melalui Program Kemitraan.

Sejumlah program terus disusun, untuk mendorong agar UMKM dapat naik kelas. Selain itu, juga menerapkan pembinaan berbasis roadmap dimulai dari kondisi tradisional, menjadi Go Modern, Go Digital, Go Online, hingga Go Global.

Serangkaian tahapan pembinaan ini telah diterapkan oleh salah satu UMKM binaan Pertamina, yakni Abdul Rahmat. Siapa sangka, menggeluti usaha di bidang kuliner pisang goreng, bisa membuat Abdul Rahmat bisa meraup untung sekitar Rp 5 juta per harinya.

"Setiap hari, kami melayani pesanan kurang lebih 1.000 buah pisang kipas. Kadang lebih," ujarnya.

Berita Terkait : UU Ciptaker Bisa Bikin Ekonomi Lari Kencang

Sebelumnya, Abdul Rahmat bersama istrinya, hanyalah pemasok pisang kepok dari Bengkulu ke Pekanbaru. Ia mengecer ke pedagang gorengan.

Namun, ia melihat para pelanggannya tampak semakin maju dan sukses, punya rumah, mobil usahanya bertambah dan sebagainya. Melihat itu, pria yang hanya lulusan SMA tersebut mulai memutar otaknya. Berpikir, bagaimana caranya ikut ketularan berhasil.

"Pertama, saya belajar mengiris pisang dulu. Agar bisa tipis dan berbentuk kipas. Selanjutnya, belajar meracik bumbu tepung pisang kipas agar gurih, renyah dan nikmat seperti sekarang. Itu butuh uji coba berbulan-bulan. Hingga memunculkan rasa yang khas, seperti tekstur yang dimiliki Pisang Kipas 50 Gold,"  ungkap Abdul Rahmat.

Abdul Rahmat untuk produk Pisang Kipas 50 Gold kini menyediakan dua varian, yakni matang dan setengah matang. Yang setengah diciptakan khusus untuk oleh-oleh, dan bisa bertahan dua hari disimpan dalam freezer sebelum digoreng matang.

Berita Terkait : Ini Cara Pertamina Dorong Pekerja Tingkatkan Mutu Dan Terus Berinovasi

Sementara untuk harga bertingkat, tergantung ukuran. Mulai dari kecil di ecer Rp 2.000 per buah, hingga paling besar Rp 5.000 per buah. Menjadi mitra binaan Pertamina, usaha yang berbasis di Jalan Sultan Syarif Qasim no 30b, Kota Pekanbaru, Riau ini semakin ramai dan sukses.

"Kami sangat berterima kasih kepada Pertamina, karena banyak sekali membantu, hingga bisnis ini maju dan terkenal. Begitu juga permintaan datang dari luar kota. Karena orang-orang di Pertamina, selalu memperkenalkan produk Pisang Kipas 50 Gold ke pada para tamu," tuturnya.

Salah satu kunci di balik ramainya pesanan pisang kipas milik Abdul Rahmat adalah kecepatan teknik dalam melayani pelanggan. Terutama, sejak ia mengganti bahan bakar menggoreng pisang semula dari LPG melon 3 kg menjadi Bright Gas ukuran 5,5 kg atau 12 kg.

“Kalau pakai tabung 3 kg, mana cukup manasin minyak goreng dalam kuali ukuran 28 liter. Makanya, saya pakai si "pinky". Pas. Cukup untuk menggoreng ribuan pisang satu hari," papar Rahmat.

Baca Juga : Bamsoet Cek Kesiapan Bali Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Motocross 2021

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, Pertamina mengapresiasi perjalanan usaha yang dijalani oleh Abdul Rahmat.

Fajriyah bilang, Pertamina akan terus mendukung UMKM serupa, hingga dapat berkembang dan naik kelas.

“Dengan UMKM naik kelas, maka peluang pasar makin terbuka lebar. Sehingga, dapat menyediakan banyak lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” tutup Fajriyah. [HES]