Dark/Light Mode

Dukung Petani, Kemenkop UKM Siapkan Model Bisnis Koperasi Pangan

Kamis, 1 Oktober 2020 09:15 WIB
Dukung Petani, Kemenkop UKM Siapkan Model Bisnis Koperasi Pangan

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Koperasi dan UKM tengah menggodok model bisnis bagi koperasi pangan, untuk masuk dalam skala bisnis layaknya korporasi. Selain memperkuat koperasi juga guna mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berharap, model bisnis ini bisa diadopsi oleh Koperasi Perjuangan Usaha Tani, di Jombang, Jawa Timur. Koperasi ini merupakan transformasi dari Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Sugihwaras, Jombang. "Presiden Jokowi kerap mengingatkan agar kelembagaan koperasi diperkuat, salah satunya pada koperasi pangan," ujarnya dalam keterangan, Kamis (1/10).

Berita Terkait : Kemenkumham Resmikan Pos Yankomas Dan Aplikasi ACSES

Untuk itu, ia mengapresiasi transformasi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) menjadi koperasi. Namun hal ini dinilainya belum selesai, karena koperasi harus terus berkembang agar mensejahterakan anggotanya.

Koperasi ini sekarang mengelola 200 hektare lahan dengan 100 anggota, ini sudah cukup luas, walaupun bisa dikembangkan hingga 1000 hektare (ha). Karena untuk membangun kelembagaan usaha koperasi ini agar semakin kuat, idealnya mencapai 1.000 ha.

Berita Terkait : Dukung Marwan-Iyos, Demokrat Sukabumi Siap Lanjutkan Dua Periode Kebaikan

Teten mengungkapkan, pihaknya bersama dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) sudah memiliki bisnis model untuk koperasi pangan dalam pengembangan usaha, modernisasi dan memperluas usaha. "Konsep kami ini korporatisasi, nanti petani menjual produk ke koperasi, koperasi ini kemudian mengolah jadi beras. Lalu urusan ke market atau pasar biarkan koperasinya, karena umumnya market itu bayarnya mundur sehingga petani tidak mungkin bisa karena keterbatasan dana," ucapnya.
 Selanjutnya