Dark/Light Mode

Duet Bareng Kimia Farma, Sinergi Kilang Pertamina Internasional Perkuat Kemandirian Farmasi Dalam Negeri

Rabu, 30 Desember 2020 21:20 WIB
Duet Bareng Kimia Farma, Sinergi Kilang Pertamina Internasional Perkuat Kemandirian Farmasi Dalam Negeri

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) bersinergi dengan PT Kimia Farma Tbk (PT KF), dalam pengembangan proyek produksi paracetamol dari benzene, terkait upaya mendukung kemandirian farmasi di dalam negeri.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Pokok-pokok Perjanjian (Heads of Agreement/HoA) Pengembangan Proyek Produksi Paracetamol dari Benzene oleh Direktur Utama PT KPI Ignatius Tallulembang dan Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk Verdi Budidarmo disaksikan oleh Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury, Direktur Utama PT Pertamina Persero Nicke Widyawati serta Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir di Jakarta pada Rabu (30/12).

Berita Terkait : Pelindo III: Terminal LNG Benoa Perkuat Kelistrikan Bali

Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury menyambut baik dan mengapresiasi langkah terobosan yang ditempuh Pertamina, melalui PT KPI dan PT KF, yang berencana untuk membangun pabrik farmasi paracetamol dengan kapasitas 3800 ton per annum (TPA) sebagai turunan produk petrokimia, yaitu benzene.

“Kita sama-sama belajar, bahwa di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini, kesehatan menjadi modal utama yang tidak terpisahkan dalam rangka memulihkan ekonomi nasional,” kata Pahala.

Berita Terkait : Pertamina Pastikan Kesiapan Fasilitas BBM di Jalur Tol dan Wisata

Kementerian BUMN juga mengapresiasi langkah sinergi BUMN ini, karena kerja sama tersebut tidak hanya dapat mengurangi impor bahan baku produksi obat, tetapi juga mendorong optimalisasi produk kilang.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati juga mengungkapkan bahwa PT KPI dan PT KF bekerja sama dalam mengolah lebih lanjut salah satu produk petrokimia. Yaitu benzene dan propylene yang berasal dari kilang Refinery Unit (RU) IV Cilacap, untuk dapat dikembangkan dan diproduksi menjadi Para Amino Fenol (PAF) yang akan menjadi bahan baku farmasi. Salah satunya, paracetamol.

Berita Terkait : Tambah Stok, Pertamina Pastikan Penyaluran BBM Di Pulau Enggano Aman Terkendali

“Melalui HoA antara PT KPI dan PT Kimia Farma, kedua belah pihak akan melanjutkan kajian skema kerja sama bisnis, berdasarkan hasil dari Joint Study yang telah dilaksanakan sebelumnya. Kajian tersebut meliputi penyediaan bahan baku yaitu benzene, rencana offtake produk, skema traksaksi, dan kajian komersial,” sambung Nicke.
 Selanjutnya