Dark/Light Mode

Telkom Dorong Industri 4.0 Pakai Teknologi Super A100

Jumat, 1 Januari 2021 22:59 WIB
Direktur Digital Business Telkom M. Fajrin Rasyid (kiri) mencoba teknologi Augmented Reality yang dikembangkan Lab Advanced Technology Research (ATR).
Direktur Digital Business Telkom M. Fajrin Rasyid (kiri) mencoba teknologi Augmented Reality yang dikembangkan Lab Advanced Technology Research (ATR).

RM.id  Rakyat Merdeka - Telkom terus kembangkan teknologi-teknologi masa depan yang diprediksi dalam 3 hingga 5 tahun mendatang akan menjadi teknologi mainstream bagi bisnis digitalnya. 

Salah satunya, adalah riset teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk area AI Voice, AI Image/Video, dan AI Text/NLP. Teknologi AI diprediksi akan menjadi bisnis yang sangat besar di masa depan, di mana teknologi AI dan analytic juga akan menjadi pendorong pertumbuhan industri 4.0.

Direktur Digital Business PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, M Fajrin Rasyid mengatakan, teknologi AI ini merupakan wujud komitmen Telkom dalam mengembangkan bisnis digital di masa pandemi Covid-19. 

Berita Terkait : Telkom Group Pastikan Kualitas Layanan Prima Saat Libur Nataru

“Dengan kemampuan NVIDIA DGX A100 yang merupakan platform  AI dengan performance terbaik di dunia, diharapkan riset dan use case yang dikembangkan di laboratorium inovasi digital akan lebih optimal dan lebih cepat dalam menghasilkan produk berbasis AI, serta mampu mengakselerasi perkembangan talenta digital di Indonesia,” ujar Fajrin, Jumat (1/1) 

Fajrin menambahkan, Telkom ingin berkontribusi kepada masyarakat sebagai technology hub yang memberikan layanan inkubator untuk perusahaan startup dan berkolaborasi dalam hal riset AI dengan berbagai universitas, bisnis, komunitas, pemerintahan, dan media. 

“Hingga saat ini, Telkom secara aktif turut serta dalam riset di bidang kesehatan terutama dengan menggunakan teknologi AI, seperti deteksi dini penyakit mata berdasarkan medical image dari mata,” ungkapnya.

Berita Terkait : Penjajakan Kerja Sama Dipatok Tuntas Awal 2021

Dalam rangka bertransformasi menjadi perusahaan telekomunikasi digital, Telkom fokus kepada tiga domain bisnis digital, yakni digital connectivity, digital platform dan digital services. 

Teknologi AI merupakan salah satu bagian dari digital platform, di mana Telkom akan terus mengakselerasi domain ini dengan menyediakan smart platform di atasnya sebagai enabler berbagai layanan dan solusi Information and Communication Technology (ICT). 

Ia meyakini, pengembangan riset teknologi AI dapat menghasilkan use case yang bermanfaat dan meningkatkan daya saing Indonesia melalui inovasi-inovasi yang diciptakan, tidak hanya bagi Telkom tapi BUMN dan instansi lain. 

Baca Juga : Awas, ASN Ikut Organisasi Terlarang Langsung Dipecat

“Ke depannya, implementasi AI diharapkan dapat mentransformasi masyarakat Indonesia menjadi lebih kompetitif melalui perubahan-perubahan yang terjadi di ruang lingkup sosial dan bisnis yang akan meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata internasional,” tutup Fajrin. 

Sepanjang tahun 2020, Telkom mengembangkan Laboratorium ATR (Advanced Technology Research) yang meliputi Lab AI, Lab Robotic, Lab RPA (Robotic Programming Automation), Lab Blockchain, Lab AR (Augmented Reality)/VR (Virtual Reality), Lab Biosignal, dan teknologi terdepan lainnya. 

Saat ini, Lab ATR dilengkapi dengan NVIDIA DGX A100 yaitu perangkat super komputer yang canggih dan khusus dirancang untuk menangani workload AI, yang akan digunakan untuk mendukung riset di Lab AI agar lebih cepat dalam pemrosesan data training dan pemodelan algoritma AI. [FIK]