Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Dapat Keringanan Pembayaran Utang
Bos Garuda Optimis Kinerja Perseroan Pulih
Senin, 11 Januari 2021 05:56 WIB
Sebelumnya
Agus berharap, dengan adanya relaksasi utang, maka Garuda dapat meningkatkan kinerjanya.
Menurut dia, dukungan ini juga merupakan bentuk nyata sinergi BUMN untuk bersama-sama keluar dari dampak pandemi Covid 19.
“Kami optimistis dalam waktu dekat, seiring dengan pergerakan ekonomi nasional, industri aviasi dan kinerja Garuda Indonesia kembali membaik. Sehingga dapat menyelesaikan seluruh kewajibannya,” ujar Agus kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Tekan Penularan Covid-19 dengan Sosialisasi Perubahan Perilaku
Saling Support
Vice President Corporate Secretary Angkasa Pura I Handy Heryudhitiawan mengatakan, semua industri penerbangan mengalami hal sama, yakni terdampak pandemi Covid-19. Dengan demikian, semuanya harus saling support untuk melewati fase survival menuju fase rebound hingga kembali normal.
Karenanya, imbuh Handy, dukungan diberikan melalui kerja sama antara maskapai, bandara, groundhandling, AirNav, dan Pertamina sebagai penyedia bahan bakar pesawat dan inflight catering.
Baca juga : Pengawasan Kegiatan di Jakarta Diperketat Mulai Pukul 7 Malam
“Sebenarnya, saling support ini dapat melebar ke industri penginapan atau hotel, destinasi wisata, restoran dan lainnya. Karena dari kerja sama ini, industri aviasi serta ekosistemnya dapat bertahan,” terang Handy, kemarin.
Dia pun memastikan, koordinasi dengan berbagai maskapai juga telah dilakukan demi mengefisienkan operasional. Termasuk, berkordinasi dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan, untuk bersama-sama memikirkan cara membantu industri transportasi udara ini dari tekanan Covid-19.
“Sebagai regulator dan pembina teknis, Pemerintah juga berkepentingan menjaga industri penerbangan bertahan di tengah bangkrutnya beberapa maskapai dunia,” pungkas Handy. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya