Dark/Light Mode

Kebangkitan UMKM Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi Nasional

Minggu, 17 Januari 2021 15:02 WIB
Menteri Koperasi UKM Teten Masduki. (Foto: Kemenkop UKM)
Menteri Koperasi UKM Teten Masduki. (Foto: Kemenkop UKM)

Kebangkitan UMKM dan koperasi, menjadi kunci pemulihan ekonomi Tanah Air, khususnya kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja atas tantangan potensi meningkatnya angka jumlah pengangguran.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki bilang, sepanjang 2020, pemerintah melakukan intervensi kebijakan baik dari sisi hulu (supply) dan hilir (demand), dalam rangka percepatan pemulihan UMKM dan koperasi dari dampak pandemi.

Berita Terkait : Semoga Pemulihan Ekonomi Dapat Berjalan Lebih Cepat

Di sisi hulu atau supply, dalam kerangka PEN, stimulus diberikan berupa subsidi bunga KUR, KUR Super Mikro dan Non KUR, insentif pajak, tambahan modal kerja kepada koperasi melalui LPDB dan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) berupa hibah modal kerja sebesar 2,4 juta rupiah kepada pelaku usaha mikro agar usahanya bertahan di masa pandemi.

"Hingga saat ini, Banpres telah disalurkan 100 persen kepada 12 juta pelaku usaha mikro dengan jumlah bantuan sebesar Rp 28,8 triliun," imbuh Teten pada acara Webinar Nasional Dewan Pimpnan Puaat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) bertema UMKM sebagai Tulang Punggung Ekonomi Bangsa, Penggerak Ekonomi Rakyat di Masa Pandemi, Jakarta, Sabtu (16/1).

Berita Terkait : Sepanjang Pandemi, Pengguna LinkAja Capai 61 Juta Orang

Sementara, dalam menghubungkan sisi hulu dan hilir, lanjut MenkopUKM, pemerintah memberikan pendampingan dan pelatihan UMKM serta perbaikan proses bisnis UMKM untuk terhubung dengan rantai pasok dan transformasi ke formal, melalui pusat bantuan konsultasi hukum gratis, gerakan belanja di warung tetangga, korporatisasi petani, nelayan, petambak, dan sebagainya.

Di sisi hilir atau demand, pemerintah membuka akses pasar produk KUMKM. Diantaranya, belanja pemerintah untuk produk UMKM melalui Laman UMKM dan Bela Pengadaan dengan potensi mencapai Rp 321 triliun.

Berita Terkait : Menteri Teten : Petani Hingga Nelayan, Lebih Untung Jika Berkoperasi

Ada juga Pasar Digital (PaDi), yang merupakan hasil kerjasama Kemenkop UKM dengan Kementerian BUMN untuk menyerap produk UMKM melalui belanja barang dan jasa BUMN dengan nilai di bawah Rp 14 miliar. "Begitu juga fasilitasi produksi dan sertifikasi izin edar 27 juta masker terstandadisasi WHO buatan UMKM," imbuhnya.
 Selanjutnya