Dark/Light Mode

Program Vaksinasi Sudah Dimulai

Semoga Pemulihan Ekonomi Dapat Berjalan Lebih Cepat

Minggu, 17 Januari 2021 05:29 WIB
Tenaga Kesehatan (Nakes), menunjukan vaksin Covid-19 Sinovac, sebelum disuntikkan ke rekannya sesama Tenaga Kesehatan, di RS Siloam Kebon Jeruk, Jakarta, Kamis (14/1/2021). Foto : Tedy Kroen/Rakyat Merdeka
Tenaga Kesehatan (Nakes), menunjukan vaksin Covid-19 Sinovac, sebelum disuntikkan ke rekannya sesama Tenaga Kesehatan, di RS Siloam Kebon Jeruk, Jakarta, Kamis (14/1/2021). Foto : Tedy Kroen/Rakyat Merdeka

RM.id  Rakyat Merdeka - Program vaksinasi Covid-19 sudah dimulai. Presiden Jokowi optimis, vaksinasi bisa memberikan perlindungan kesehatan untuk masyarakat dan mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia.

Dengan berjalannya proses vaksinasi di Indonesia, Jokowi ingin kepercayaan publik meningkat lagi seperti sebelum ada virus Corona.

Vaksinasi juga diharapkan mampu mendorong kembali konsumsi yang bakal meningkat­kan pertumbuhan ekonomi. Ter­masuk, meningkatkan investasi.

Berita Terkait : Fokus Perang Lawan Covid

“Pemulihan ekonomi diharap­kan dapat berjalan lebih cepat,” ujar Jokowi di Jakarta.

Senada, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, vaksinasi Covid-19 yang sudah berjalan bisa men­jadi game changer alias pengubah permainan, dalam memulihkan ekonomi akibat pandemi. Khusus­nya, di sektor pariwisata yang selama pandemi menjadi sektor yang paling terdampak.

“Kami optimis, perekonomian Indonesia khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa kembali normal seiring pro­gram vaksinasi ini,” kata Sandi.

Berita Terkait : Program Vaksinasi Bikin Saham PTPP Terbang Tinggi

Agar tidak kehilangan mo­mentum, Sandi mengaku, ke­menterian yang dia pimpin telah mendesain fase pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk jangka pendek, jangka menengah hingga jangka panjang yang akan ditempuh sampai 2024.

Untuk fase jangka pendek, yang menjadi modal awal ke­bangkitan sektor pariwisata, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu akan memaksimalkan potensi wisatawan domestik di 2021-2022.

“Sektor pariwisata tidak bisa bergantung kepada wisatawan mancanegara. Pandemi me­nyebabkan Pemerintah menutup akses sementara bagi turis asing sampai waktu yang belum diten­tukan,” ujarnya.
 Selanjutnya