Dark/Light Mode

Joe Biden Dilantik Jadi Presiden AS, Rupiah Langsung Ngegas

Kamis, 21 Januari 2021 09:45 WIB
Nilai tukar rupiah. (Foto: ist)
Nilai tukar rupiah. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah beberapa hari loyo, rupiah kembali menguat. Pagi ini rupiah dibuka pada level Rp 14.022 per dolar AS. Angka itu meningkat 0,06 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin, Rp 14.035 per dolar AS.

Menguatnya mata uang Garuda juga diikuti mayoritas mata uang Asia yang naik terhadap dolar AS. Won Korea Selatan menguat 0,12 persen, dolar Taiwan melonjak 0,05 persen, peso Filipina naik 0,05 persen, dan dolar Singapura naik 0,03 persen.

Berita Terkait : Investor Buru Dolar AS, Rupiah KO Lagi

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,1 persen menjadi 90,483. Pergerakan rupiah terhadap euro juga naik 0,18 persen ke level Rp 16.976, terhadap dolar Australia menguat 0,03 persen ke level Rp 10.881 dan terhadap yuan China naik 0,28 persen ke level Rp 2.168.

Kepala Riset Monex Investindo, Ariston Tjendra melihat, rupiah masih berpeluang menguat terhadap dolar AS. Ini disebabkan kuatnya optimisme pasar terhadap potensi pemulihan ekonomi AS yang lebih cepat dan rencana stimulus fiskal yang lebih besar di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden.

Berita Terkait : Dolar AS Menguat, Rupiah Butuh Vitamin

Menurutnya, optimisme itu mendorong pelaku pasar kembali masuk ke aset berisiko dan mendorong pelemahan dolae AS. 

“Tapi di sisi lain, pasar masih mewaspadai kenaikan kasus Covid-19 di Tanah Air yang bisa memicu pembatasan aktivitas ekonomi lebih panjang dan kembali memicu pelemahan nilai tukar rupiah,” imbuhnya, Kamis (21/1).

Berita Terkait : Jelang Rilis Data BPS, Rupiah Jadi Mata Uang Terkuat

Ia melihat, sepanjang hari ini potensi penguatan rupiah berada di kisaran Rp 13.950 per dolar AS, dengan potensi resisten di Rp 14.100 per dolar AS. [DWI]